Editor : De Ola
Padang Panjang, (JMG) – Wali Kota, Hendri Arnis resmikan Istana Lansia yang berlokasi di Area Basement Masjid Agung Manarul Ilmi Islamic Centre, Rabu (28/5).
Istana Lansia merupakan salah satu Program Unggulan dan program 100 hari kerja Wako Hendri dan Wawako Allex Saputra. Ini juga sebagai wadah yang disediakan untuk menjawab kebutuhan lansia, dengan memfasilitasi setiap kegiatan dengan sarana prasarana yang menunjang untuk membangun kemandirian dan meningkatkan keproduktifan lansia.
Ditepatkan di Islamic Centre karena tempat dan sarana mendukung sebagai bagian dari upaya mengisi kegiatan Islamic Centre sebagai pusat pengembangan kegiatan keagamaan sekaligus mendukung Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah.

“Kita menjadikan Islamic Centre ini menjadi tempat dan pusat untuk memajukan kota kita. Dengan meresmikan Istana Lansia ini kita berharap bisa menjadi lansia yang produktif dan menghasilkan,” ujar Wako Hendri.
Ia juga berharap kehadiran Istana Lansia ini bisa mendukung untuk mewujudkan Kota Padang Panjang yang Ramah Lansia dan sebagai pusat pelayanan terpadu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial para lansia.
“Di sini, para lansia dapat menikmati berbagai fasilitas seperti layanan kesehatan, kegiatan sosial, dan pelatihan keterampilan, guna memastikan mereka tetap aktif dan produktif,” tuturnya lagi.
Pada hari yang sama Guna mewujudkan Kota Padang Panjang menjadi Kota Ramah Disabilitas, Wali Kota, Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota, Allex Saputra juga meresmikan Graha dan Galeri Disabilitas.
Graha Disabilitas ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kota Padang Panjang untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Fasilitas ini akan menyediakan layanan rehabilitasi, pelatihan kerja, dan ruang kreasi, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Wako Hendri.
Dengan kehadiran Graha Disabilitas ini diharapkan menjadi tempat untuk mengembangkan diri para penyandang disabilitas melalui pendidikan dan latihan keterampilan, menjadi ruang inspirasi dan inovasi guna mengunggah semangat wirausaha dan kemandirian serta dijadikan ruang kreatif.
“Kita juga memfasilitas para disabilitas untuk memamerkan dan mempromosikan hasil-hasil kreativitas dengan menghadirkan Galeri Disabilitas di Area Islamic Centre. Semoga ini bisa membantu perekonomian para disabilitas kita,” tuturnya lagi.
Selain itu di Galeri Disabilitas juga disediakan tempat untuk berjualan makanan, sehingga para disabilitas lebih produktif ke depannya.
pada hari senin, (26/5) di Hall Lantai III Balai Kota, Pemerintah Kota (Pemko) juga resmi meluncurkan dua program unggulan, yaitu Operasi Taat Pajak (OTP) Daerah dan Program e-Retribusi Pelayanan Kebersihan.
Peluncuran ini dilakukan Wali Kota, Hendri Arnis, turut dihadiri Ketua DPRD Imbral, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bukittinggi, Rahmad Siswoyo, Pimpinan Grup Pemasaran Dana e-Bisnis Bank Nagari, Intan Evanita Evandri, Kepala Bank Nagari Cabang Padang Panjang, Handre Irviyandi serta para pelaku usaha di Padang Panjang.
Wako Hendri menyampaikan, peluncuran program ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pihaknya mengakui, pada 2024 lalu, target pendapatan daerah sebesar Rp 25 miliar tidak tercapai, terutama akibat tidak maksimalnya pemungutan pajak dan retribusi.
“Melalui program OTP dan e-Retribusi ini, kita berharap ada peningkatan PAD sesuai dengan target yang kita canangkan. Petugas OTP akan bertugas langsung di lapangan dengan wilayah kerja masing-masing, untuk memberikan edukasi dan mengoptimalkan pemungutan pajak,” ujarnya.
Hendri juga menegaskan pentingnya adaptasi dari para petugas untuk menyampaikan pemahaman kepada para wajib pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pemungutan pajak beberapa tempat usaha belum sesuai regulasi. Hadirnya petugas OTP diharapkan dapat memaksimalkan penataan ini. Laporkan setiap kendala di lapangan kepada pimpinan untuk kita evaluasi secara bertahap,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Sementara itu, Rahmat Siswoyo menyampaikan apresiasi kepada Pemko yang menjadi Pemerintah Daerah pertama di wilayahnya yang menyampaikan SPT Tahunan tepat waktu, yakni pada 5 Februari 2025. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Daerah dan KPP terus terjalin dalam rangka peningkatan penerimaan pajak.
“Kami mendukung penuh program ini dan berharap melalui OTP dan e-Retribusi, kepatuhan wajib pajak meningkat, serta PAD Padang Panjang dapat optimal,” ujarnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Winarno menjelaskan Program OTP ini melibatkan 50 petugas yang akan bertugas di lapangan. Kedua program ini merupakan bentuk respons Pemko terhadap tingginya target pendapatan yang dibutuhkan untuk mengimbangi belanja daerah.
“e-Retribusi akan mempercepat proses pemungutan, meminimalisir kebocoran, serta menyajikan data yang akurat dan terkini,” katanya.
Ditambahkannya, ini bentuk komitmen Pemko untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak dan retribusi.
“Kita berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, mendukung pelaksanaan dua program ini agar dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Padang Panjang,” harapnya. (yan)












