Editor : De Ola
Padang, (JMG) – Pasca pemberitaan JMG terkait adanya gudang BBM Subsidi illegal di Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang (Sumbar), tim intel Polda Sumbar turun kelokasi. Anehnya disaat tim itu mendatangi lokasi pada Rabu (4/2) siang, tidak ditemukan lagi gudang tersebut. Lokasi gudang yang terpasang seng sudah terbuka alias dibongkar dan tidak ditemukan tumpukan lagi BBM di gudang itu.
Permainan mafia BBM subsidi itu sungguh tertata dan terstruktur dengan rapi. Sebab sebelum tim intel Polda Sumbar datang, gudang telah dibongkar dan dikosongkan. Sayangnya, mereka lupa bahwa jejak77.top telah memiliki bukti kuat akan dugaan adanya BBM illegal digudang tersebut.
Kendati demikian, Abrar salah seorang anggota intel yang sempat kelokasi mengungkapkan kepada JMG bahwa memang terlihat bekas bongkaran gudang dan masih tersisa bau solar dilokasi tersebut. Abrar juga menyampaikan bahwa tidak ditemukan gudang BBM illegal yang tertutup seng seperti yang diberitakan JMG. “ Kami tidak lagi menemukan gudang seng seperti yang diberitakan tersebut. Gudang telah dibongkar tetapi masih tersisa bau solar dilokasi”, ujarnya.
Abrar juga mengatakan bahwa pemilik gudang adalah Ahmad Saleh yang juga merupakan teman dari Pemimpin Redaksi JMG. “ Ahmad Saleh kan dekat dengan Ismail dan merupakan temannya Ismail? Kenapa sampai ada berita seperti itu?, ujarnya.
Ahmad Saleh pasca pemberitaan tersebut melayangkan Hak Jawab kepada jejak77.top yang intinya membantah keterlibatannya di gudang BBM Illegal itu.
Ahmad Saleh mengaskan bahwa dia tidak pernah memberikan pernyataan, keterangan, maupun konfirmasi dalam bentuk apapun kepada jejak77.top terkait dugaan gudang BBM illegal sebagaimana diberitakan. Dia juga merasa keberatan karena namanya dicantumkan dalam pemberitaan serta menolak seluruh narasi asumsi dan opini yang mengaitkan namanya dengan dugaan gudang BBM illegal.
Ismail Novendra, S.H selaku Pemimpin Redaksi JMG membantah bahwa dirinya dekat dengan Ahmad Saleh. “Saya tidak dekat dengan Ahmad Saleh”, ungkapnya.
Terkait Hak Jawab yang dilayangkan Ahmad Saleh melalui kru media Ontime, bagi Ismail itu hal yang biasa sebab wajar saja orang yang diberitakan membuat Hak Jawab dan kewajiban sebuah media yang mendapatkan Hak Jawab untuk menampilkan serta memuatnya. Selain itu, mungkin karena Ahmad Saleh juga pendiri ontime, makanya kru ontime yang melayangkan hak jawab kepada jejak77.top.
Ditambahkan Ismail, Ahmad Saleh seharusnya membaca dengan baik-baik berita yang diterbitkan jejak77.top yang menulis namanya dalam berita. “ Penulisan nama Ahmad Saleh dalam berita kedua itu karena Abrar dari Intel Polda Sumbar lah yang awalnya menyebut-nyebut nama Ahmad Saleh dan mengaitkan dengan gudang tersebut. Saya awalnya tidak tahu siapa pemilik gudang sebenarnya. Setelah Abrar menyebut nama Ahmad Saleh, barulah saya tahu”, ujar Ismail
Ismail mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki bukti kuat adanya permainan BBm illegal digudang itu. Kami akan segera membuat laporan ke Mabes Polri terkait akun tiktok Ontime.id yang menyebutkan kalau dua buah berita yang dibuat jejak77.top itu hoax. “ Kami telah mengumpulkan bukti terkait dugaan permainan BBM illegal dan pencemaran nama baik melalui media sosial yang terbit di akun tiktok Ontime.id. Dalam waktu dekat kita akan datangi Mabes Polri dan membuat laporan”, ujar Ismail yang juga merupakan advokat itu.
Terakhir dia menyatakan bahwa jejak77.top akan berkomitmen untuk terus memantau terkait permainan BBM illegal dan gudang yang dipindahkan itu. Bila ditemukan kembali gudang barunya, kita akan laporkan kepada Aparat Penegak Hukum untuk ditindak dan membawanya sampai kemeja hijau. (Tim)












