Padang Panjang, (JMG) – Pedagang Pasar Pusat Padang Panjang sampaikan keluhan ke Wali Kota, Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota, Allex Saputra saat keduanya lakukan peninjauan drainase dan gorong-gorong pasar, Kamis (13/3).
Hendri dan Allex sebelumnya menerima informasi dari pedagang bahwasannya kawasan Pasar Pusat dan sekitar Jalan Imam Bonjol drainasenya bau. Laporan itu sudah ditindaklanjuti langsung oleh OPD terkait pada Kamis pagi. Ternyata usai dibersihkan petugas, masih ada drainase arah pasar tradisional yang bau dan tertutup sampah.
“Ini memang perlu kita tindak lanjuti segera. Tampaknya cukup sulit dibersihkan di area pasar tradisional kita ini, karena ada stand pedagang dan drainasenya sulit dijangkau. Ini akan kita tindak lanjuti segera dengan OPD terkait,” kata Hendri.
Selain melihat drainase, Wako Hendri dan Wawako Allex didampingi sejumlah kepala OPD juga menerima keluhan dari pedagang pasar tradisional yang meminta agar pasar ini juga ramai dikunjungi pembeli.

“Insyaallah nanti kita carikan solusi untuk meramaikan pasar tradisional. Akan didiskusikan bersama dan akan kita tindak lanjuti secepatnya,” ujarnya.
Selain itu, di sekitar Pasar Sayur Lama akan dibuat jalur drainase baru yang terhubung dengan sistem drainase yang sudah ada.
Allex menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan selokan dan drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke selokan. Sampah yang menumpuk akan menghambat laju air, menyebabkan banjir, dan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Mari bersama-sama kita jaga kebersihan demi kenyamanan kita semua,” ujarnya.
Allex juga mengutarakan pesan Wali Kota, Hendri Arnis yang mengajak masyarakat selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, dan bebas dari banjir.
“Bapak Hendri Arnis mengajak seluruh warga Padang Panjang meningkatkan kepedulian agar menjaga kebersihan lingkungan dan mendukung upaya pemerintah menciptakan kota yang bersih dan bebas dari banjir,” ucapnya.
Kegiatan ini juga diikuti Sekdako, Sonny Budaya Putra serta sejumlah pejabat Pemko terkait.
Seorang pedagang bawang, Nofiyanti mengaku senang aspirasinya didengar orang nomor satu di Padang Panjang ini. “Mulai dari retribusi pasar, pasar sepi, bangunan yang tidak berfungsi untuk dibongkar. Serta pasar tradisional ini kalau bisa digabungkan dan dibuatkan akses jalan,” sebutnya kepada Kominfo.
Nofiyanti dan kawan-kawan berterima kasih kepada wako dan wawako yang telah mendengar keluhannya. “Keluhan masyarakat kelas bawah seperti kami langsung didengar Wako dan Wawako. Bahkan langsung mengajak kami untuk mengadakan pertemuan. Kami ingin keluhan kami ini terealisasi secepatnya,” tutur Nofi.
Sehari sebelumnya Hendri Arnis bersama Wakil Wali Kota, Allex Saputra juga meninjau pembangunan jalan di kawasan Lubuk Mata Kucing, Rabu (12/3).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan perbaikan infrastruktur akibat bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Hendri-Allex turut didampingi Sekdako, Sonny Budaya Putra serta sejumlah instansi terkait.
Hendri menegaskan, perbaikan jalan ini menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran mobilitas warga serta distribusi logistik.
“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Selain itu, kami juga menanggapi keluhan masyarakat terkait terganggunya pasokan aliran irigasi di bawah jalan ini. Beberapa sawah warga memanfaatkan saluran irigasi ini, sehingga perlu segera ditangani,” ujarnya.
Ke depan pihaknya juga berencana mengembangkan potensi wisata sungai di kawasan ini. “Normalisasi sungai dinilai penting untuk menjaga ekosistem sekaligus membuka peluang destinasi wisata baru,” tuturnya.
Sementara itu, terkait pasokan air bersih dari PDAM, Hendri memastikan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan kendala yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Perbaikan jalan yang amblas ini mencakup penguatan fondasi, peningkatan sistem drainase, serta normalisasi aliran irigasi. Hendri juga meminta masyarakat bersabar dan mendukung proses perbaikan demi keamanan bersama.
Saat ini, sebagian pengecoran jalan telah selesai, namun aksesnya masih belum resmi dibuka untuk umum. Hendri berharap proyek ini dapat segera rampung agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.(yan)












