Festival Pamenan Minangkabau Hadir Kembali Dengan Tema “Padusi di Rumah Gadang”

Editor : De Ola

Padang Panjang, (JMG) – Festival Pamenan Minangkabau padusi di rumah gadang.
Bertempat Di Pusat Dokumentasi dan Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Kota Padang Panjang Sumatera Barat 26 – 27 juni 2025,.

Setelah sukses digelar pada tahun 2002 di Pagaruyung Tanah Datar kini festival pamenan Minangkabau hadir kembali di PDIKM dengan tema, “Padusi di Rumah Gadang” sebuah penguatan terhadap peran perempuan dalam adat dan budaya di Minangkabau, penyelenggaraan di kawasan PDIKM.

PDIKM sebagai pusat dokumentasi budaya, memiliki makna strategi sekaligus mendukung salah satu dari 33 program unggulan pemerintah Kota Padang Panjang saat ini.

Revitalisasi PDIKM sebagai pusat budaya dan destinasi wisata unggulan berbasis sejarah dan edukasi. Ucap walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis, BSBA. sewaktu memberikan sambutannya.

Hendri Arnis menyebut ini lebih dari sekedar pertunjukan seni, festival pamenan Minangkabau merupakan ruang edukasi, regenerasi, dan inovasi budaya.

Nilai-nilai yang hidup dalam permainan tradisional – seperti gotong royong, kecerdikan, ketangkasan, serta kebersamaan – diperkenalkan kembali secara kontekstual dan inklusif kepada masyarakat luas, terutama generasi muda sebut wako.

“Sebelum acara resmi ditutup, Minggu (27/7/2025) malam, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan seni yang memukau pada Festival Pamenan Minangkabau. Di antaranya, penampilan Sanggar Aguang dari Padang Panjang, Grup Lansia Kampuang Sarugo dari Kabupaten Limapuluh Kota, serta Ruang Belajar Bintang Harau yang menghadirkan pertunjukan bertajuk Hiruak Pikuak di Dapua Minangkabau.

Tak kalah menarik, Lab ART Project dari Padang Panjang menyajikan pementasan Multi body yang mengangkat tema “Ibu sebagai Madrasah bagi Anak-Anaknya.” Sementara itu, Show D Dance Theater dari Kota Padang menampilkan pertunjukan tari yang energik.

Dilanjutkan dengan Sanggar Saandiko dari Kota Bukittinggi dengan karya berjudul Perjalanan, serta penampilan Jingler Queen dari Padang Panjang dengan musik rocknya.

Tidak hanya pertunjukan seni, Festival Pamenan juga menghadirkan seminar dan lokakarya edukatif. Yelfi Yenita, Bundo Kanduang Kota Padang Panjang, menyampaikan rasa bangganya terhadap penyelenggaraan festival ini.

“Sangat bangga dengan adanya Festival Pamenan ini, apalagi dengan tema Padusi di Rumah Gadang. Dengan adanya seminar, kita makin mengerti bagaimana peranan Bundo Kanduang itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran Bundo Kanduang sangat penting sebagai tempat bertanya dan tempat kembali bagi generasi muda yang ingin memahami adat serta nilai-nilai budaya Minangkabau.

Acara ditutup dengan penampilan bintang tamu artis Minang, Upiak Isil yang membawakan lagu-lagu Minang dengan penuh semangat dan menghibur para penonton meski diguyur hujan.

Penutupan festival juga dimeriahkan dengan berbagai door prize yang membuat suasana semakin semarak dan antusiasme penonton semakin tinggi.

Direktur Festival Dr. Afrizal Harun dari Komunitas Hitam Putih, dengan bangga menyampaikan   apresiasi atas terselenggaranya Festival Pameran Minangkabau 2 tahun 2025, sebuah inisiatif penting yang bertolak dari kekayaan filosofi dan nilai-nilai budaya Minangkabau.

Dalam khasanah adat Minangkabau, kita mengenal pepatah *duduak baparintang, tagak bapamenan – yang mengandung makna bahwa setiap keadaan, masyarakat selalu aktif, baik melalui kerja maupun permainan. Pamenan tidak hanya berarti permainan semata,melainkan juga mencerminkan hal-hal yang dicintai dan dijunjung tingi dalam kehidupan masyarakat.

Dalam penutupan Festival Pamenan Minangkabau 2, Panitia, penyerahan plakat apresiasi kepada seluruh OPD terkait. Fi antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perkim LH, Bundo Kanduang, dan para pegiat seni yang mengisi acara lainnya sebagai bentuk terima kasih atas dukungan dan partisipasi mereka. (YB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *