Deklarasikan Kampus Pengawas Pemilih 2024, Diikuti Perwakilan Mahasiswa se-Kota Padang Panjang

Padang Panjang, (JMG) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Padang Panjang menggelar sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan sekaligus deklarasi kampus pengawasan pemilihan tahun 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta, diantaranya 50 orang dari mahasiswa/i, seperti Mahasiswa/i Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang sebanyak 30 Orang, Pimpinan Universitas dan Pengurus BEM STAI Imam Bonjol Padang Panjang 5 Orang, Pimpinan Universitas dan Pengurus BEM UMS 5 Orang, Pimpinan Universitas dan Pengurus BEM AKPER NABILA Padang Panjang 5 Orang, Pimpinan Universitas dan Pengurus BEM STIT DINIYAH PUTERI Padang Panjang 5 Orang, di ruang pertemuan rektorat ISI lantai 3, kamis tgl 7/11/24.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Padang Panjang menggelar sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan sekaligus deklarasi kampus pengawasan pemilihan tahun 2024. Kegiatan ini diikuti puluhan perwakilan mahasiswa se Kota Padang Panjang, di ruang pertemuan Rektorat ISI Lantai 3, Kamis (7/11).

Ketua Bawaslu Kota Padang Panjang, Hidayatul Fajri, diwakili anggota, Agus salim, mengatakan hanya dua di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang menggelar aksi ini. Kegiatan ini guna meningkatkan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada pemilih.

“Kita berharap pemilu ini dapat berjalan dengan aman dan damai di Kota Padang Panjang. Tidak ada darah yang menetes, tidak ada kaca yang pecah, dan tidak ada api yang membakar. Berangkat dari kampus yang sejuk ini pemilu di Kota Padang Panjang dapat berjalan dengan baik” jelasnya.

PLH. Rektor ISI Padang Panjang, Dr. Iswandi, S.Pd, M.Pd mengucapkan terima kasih telah memilih ISI sebagai tempat pelaksanaan deklarasi kampus pengawasan pemilihan tahun 2024 ini.

“Kami bangga bahwa ISI Padang Panjang menjadi tempat pelaksanaan deklarasi kampus pengawasan pemilih ini. Dengan kegiatan ini mahasiswa dapat menambah wawasannya,” ujarnya.

Iswandi juga berharap, pilkada di Padang Panjang dapat berjalan dengan baik, seperti yang disampaikan Bawaslu, tidak ada darah yang menetes tidak, ada kaca yang pecah dan tidak ada api yang membakar. Sehingga kegiatan Pilkada di Kota Padang Panjang betul-betul nyaman dan damai, seperti udaranya yang sejuk, tidak ada persoalan.
“Mahasiswa dapat mengambil pelajaran disini, karena pengetahuan yang didapat dalam bangku perkuliahan saja itu tidak cukup, perlu diaplikasikan dan diterapkan di di tengah masyarakat. Dengan itu, kita berterima kasih kepada Bawaslu, yang telah melibatkan kampus dan mahasiswa dalam kegiatan Pilkada ini,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi sumbar, Muhammad Khadafi, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, bahwa mahasiswa bisa menjadi motor penggerak, dimana politik uang itu tidak ada lagi di negeri ini.

“Mahasiswa bisa menjadi motor penggerak untuk memberantas politik uang. Salah satunya dengan membuat karya atau seni pertunjukan, atau yang lainnya. Karena PR kita saat ini hanya satu, bagaimana cara memberantas politik uang,” jelas.

Dikatakannya, demokrasi saat ini, semakin hari sudah semakin membaik. “Dulu kita belajar ke negara lain terkait pemilu ini. Sekarang negara lain yang belajar ke Indonesia, bagaimana bisa melaksanakan pemilu di 37 provinsi hanya dalam satu hari,” pungkasnya.

Usai pembacaan deklarasi kampus pengawasan pemilihan oleh Muhammad Fadly dan diikuti seluruh mahasiswa yang hadir, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi kampus pengawasan pemilihan oleh Bawaslu, Rektor ISI dan seluruh instansi terkait yang hadir

Turut hadir, Wakapolres Padang Panjang, Kompol Eridal, S.H, Komisioner KPU Padang Panjang, Dewi Aorora, SE, perwakilan BPBD Kesbangpol, Dinas Kominfo, Panwascam Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur serta insan media Padang Panjang. (YB)

Penulis: Yan BayokEditor: De Ola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *