Editor : De Ola
Tanah Datar, (JMG) – Mendekati masa pencalonan peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, yang digelar di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota, suhu politik semakin hangat.
Sementara itu, satu bulan menjelang dibukanya pendaftaran pasangan calon sesuai jadwal yang ditetapkan KPU RI, masih terlalu sedikit calon kandidat yang telah siap dengan pasangannya.
Termasuk di Kabupaten Tanah Datar, hingga pekan ketiga Juli ini, belum ada satupun pasangan calon yang muncul bergandengan menuju Pilkada di Luhak nan Tuo itu.
Sebutlah nama Bupati petahana Eka Putra, hingga kini belum memproklamirkan bakal calon wakilnya. Walaupun selentingan kabar beredar luas di masyarakat, Sang Bupati akan bergandengan dengan Ahmad Fadly, putra mantan Walikota Padang Panjang.
Hal yang sama juga terlihat dari Richi Aprian, Wakil Bupati yang kini masih menjabat, dikabarkan belum menentukan dengan siapa akan bergandengan dalam kontestasi politik lima tahunan itu. Sebelumnya, beredar informasi, Richi akan memilih H. Ryan Diovella sebagai pasangan untuk maju.
Di lain pihak, nama Suherman pun juga mengemuka sebagai bakal calon Bupati Tanah Datar. Sama dengan para petahana, belum ada informasi yang pasti terkait dengan siapa akan berpasangan.
Melihat perkembangan itu, awak media Warta-1 melakukan wawancara eksklusif dengan H. Ryan Diovella atau yang biasa disapa HRD, Jumat (19/7) pagi. Berikut adalah petikan wawancaranya.
Awak Warta-1 (selanjutnya W-1): “Bagaimana pendapat seorang HRD menyikapi suhu politik Pilkada Tanah Datar yang sebentar lagi akan memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon kepala daerah?”
HRD: “Pilkada 2024 bagi Tanah Datar, merupakan momen penting bagi daerah ini untuk membangun masa depan yang lebih baik. Benar, suhu politik kian hangat. Ini adalah gambaran tentang tidak mudahnya mencari pasangan calon yang tepat. Hal itu positif tentunya, pasangan calon yang tepat, akan memudahkan kolaborasi pembangunan.”
W-1: Menurut seorang HRD, dari nama-nama yang muncul ke permukaan, dengan siapa para bakal calon bupati berpasangan?”
HRD: “Ini pertanyaan yang harusnya dijawab sendiri oleh para bakal calon bupati. Tapi menurut saya pribadi, kemungkinan-kemungkinan itu masih akan berubah. Seperti Eka Putra – Ahmad Fadly, Richi Aprian – Weno Aulia, dan Suherman – Dt. Tuo. Ini dipastikan masih dinamis.”
W-1: “Lalu posisi anda? Bukankah beredar kabar bahwa HRD akan berpasangan dengan salah seorang dari petahana?”
HRD: “Memang benar ada informasi itu. Termasuk di pemberitaan media. Namun secara pribadi saya sampaikan, saya tidak ambisius. Syahwat politik saya tidak tinggi. Walaupun banyak masyarakat di berbagai nagari dan kecamatan telah menyatakan dukungannya bila saya ikut kontestasi ini. Termasuk dukungan dari beberapa partai politik. Kita akan lihat perkembangannya. Kuncinya adalah, Pilkada Tanah Datar 2024 ini, adalah momen pembangunan daerah yang harus kita perjuangkan.”
Diketahui, beberapa kali pertemuan telah dilakukan oleh HRD bersama Richi Aprian. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi valid terkait kesepakatan antara keduanya.
Secara terpisah, selesai wawancara dengan HRD, awak Warta-1 juga melakukan wawancara dengan salah seorang warga di Padang Gantiang. Warga tersebut pun menyampaikan pendapatnya.
“Saya kenal dan sangat tahu sepak terjang HRD dalam politik Tanah Datar sejak Bupati Shadiq Pasadigoe. Beliau adalah tokoh masyarakat yang memiliki visi bagus untuk Tanah Datar. Jadi, salah seorang dari petahana, pantas berpasangan dengan HRD,” sebutnya.
Warga yang tidak ingin namanya disebutkan itu melanjutkan, pertimbangan kewilayahan dalam meraup dukungan suara pemilih menjadi salah satu alasannya.
“HRD memiliki dukungan dari beberapa kecamatan di wilayah tengah dan barat. Tentunya ini menjadi pertimbangan khusus bagi bakal calon bupati untuk meminangnya,” pungkasnya. (Bojes)












