Editor : De Ola
Tanah Datar, (JMG) – Dalam hal ini Bupati Tanah Datar yang di wakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Drs. Erizanur. M.Si bersama Plh.Kabid Pemberdayaan Masyarakat Afriadi, S.Sos, Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar H.Aresno. S.Ag Dt.Andomo dan pengurus LKAAM lainnya menyambut kedatangan Pemerintahan Kota Sawahlunto beserta LKAAM, KAN dan Bundo Kanduang pada hari ini selasa,12-Sept- 2023 di Balai Adat Tantedjo Gurhano(Gedung LKAAM Tanah Datar).
Di awal sambutannya Erizanur menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada tamu yang hadir karena Bapak Bupati kita tidak bisa hadir dalam acara ini disebabkan ada agenda lain di Gedung Maharajo Diradjo.
Pada kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya , atas nama Pimpinan Daerah Kabupaten Tanah Datar menyampaikan beberapa hal.
Kami mengucapkan Selamat Datang di Kabupaten Tanah Datar Semoga Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu para tamu kami jika berada di Kabupaten Tanah Datar selalu dalam keadaan sehat walafiat dan merasa bahagia seperti di daerah sendiri Kota SawahLunto.
Kami Informasikan kepada Bapak dan Ibu tamu kami, Khusus kepada Bapak Wali Kota SawahLunto,bahwa Kabupaten Tanah Datar biasa di Juluki dengan “Luak Nan Tuo” yaitu Daerah Asal Muasal (Awal Mula) peradaban Suku/Etnis dan Budaya Minang Kabau.
Dan kenapa daerah ini bernama Kabupaten Tanah Datar, sementara kalau dilihat secara Geografinya dan Topografinya daerah ini terletak di pinggang atau Lereng Gunung Marapi. Sebenarnya nama asli Kabupaten ini berasal dari “Luak Tanah Data” . Arti dari kata “Luak” di Minang Kabau adalah “Kurang/Jarang (Tidak Ada).
Jadi arti “Luak Tanah Data” adalah Daerah yang jarang atau kurang sekali ditemui Tanah yang datar.
Dan Tanah Datar mempunyai suatu Icon Kebanggan yaitu nya Istano Pagaruyuang atau disebut juga Istano Basa Pagaruyuang dan juga ada peninggalan-peninggalan sejarah lainnya.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam bidang Adat dan Budaya serta Keagamaan kita telah memasukkan kedalam Program Unggulan kita yang tertuang dalam Perda RPJMD 2021-2026 yaitu: Peningkatan Biaya Operasional KAN,LKAAM,Bundo Kanduang dan Organisasi Keagamaan.
Kami berharap semoga acara ini menjadi momentum penting dalam hubungan silaturrahmi kedua daerah,karena sebenarnya menurut sejarah kedua daerah ini adalah satu kesatuan Budaya ,bahkan dalam ” Barih Balabeh” adat minang kabau dikatakan Kota Sawahlunto adalah termasuk bagian tak terpisahkan dari Minang Kabau yang dalam Istilah adat disebut dengan “Sembilan Koto Dibawah,Tujuah Koto Diateh”.
Sehingga dalam kegiatan ini hubungan kedua daerah ini yang telah ada dapat kita tingkatkan lagi dimasa yang akan datang demi kemajuan dan kesejahteraan Minang Kabau(Sumatera Barat) khususnya Kota Sawahlunto dan Kabupaten Tanah Datar(Luhak Nan Tuo).
Dalam kata sambutan terakhir kami berharap kepada Bapak-Bapak dan para Tamu Kami jika ada hal yang kurang berkenan Kami Mohon Maaf seperti bak kata pituah ” Salah Ka Nan Kuaso kito Mintak Tobat,Salah ka manusia kito minta maaf, karena Indak ado manusia nan indak salah,hanyo Allah yang bersifat bana”.
Kok ado sumua di ladang,buliah kito banumpang mandi,kok ado umua nan panjang,bisuak kito bajumpo lai. (Arry)












