Editor : De Ola
Padang, (JMG) – Dunia maya dan nyata saat ini sontak dibuat terkejut dengan beredarnya video Ketua Demokrat Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, Ismael Koto mengeluarkan pistol kepada Yulmardianto yang merupakan tim kampanyenya.
Dari video yang beredar, terlihat Ismael yang memakai baju merah mempertanyakan soal uang yang telah dipinjam oleh Yulmar. Uang itu sebesar Rp 5 juta, digunakan untuk modal usaha. Awalnya pembayaran lancar, untuk berikutnya, pembayaran mulai bermasalah.

“Senin pinjam Jumat dipulangkan, nyatanya bagaimana?” begitu potongan percakapan Ismael dengan Yulmar yang terdengar didalam video. Yulmar sempat menjawab bahwa kondisinya yang membuat ia tak mampu membayar utang. Bahkan Yulmar menegaskan dirinya tak berniat untuk mengelabui dan menyinggung soal perjuangannya memenangkan Ismael pada Pileg 2024.

Dalam video itu, terdengar perdebatan antara Ismael dan Yulmar. Diakhir video, Ismael yang telah emosi kemudian mengeluarkan benda seperti pistol. Senjata mirip pistol itu kemudian ditodongkan ke kepala Yulmar.
Saat rekaman video tersebut di klarifikasi dan konfirmasi pada Ismael, dia mengatakan bahwa itu adalah mancis. Ismael mengatakan bahwa benda yang dikeluarkannya itu bukan senjata api sungguhan. Benda menyerupai pistol tersebut adalah korek api atau mancis yang seperti senjata api. “Bukan senjata api, itu mancis atau korek api,” kata Ismael saat dihubungi JMG, Selasa (5/3).

“Dia minta bantu. Untuk usaha katanya. Boleh buat hitam diatas putih, dan bahkan memberikan jaminan STNK atau surat tanah. Tapi saya jawab tidak usah sejauh itu. Akhirnya saya pinjamkan,” katanya.
Ismael mengaku dirinya tersulut emosi setelah Yulmar bersikeras bahwa uang yang dipinjamnya untuk usaha malah terpakai untuk beli lahan. Selain itu, Yulmar tidak mau menandatangi surat soal pembayaran utangnya sesuai janjinya yang dulu.
Bahkan, lanjut Ismael, Yulmar kedapatan merekam istrinya secara diam-diam. Padahal ia merupakan tamu yang datang kekediaman Ismael. Dia menegaskan, uang Rp. 5 juta yang dipersoalkan bukan sangkut-pautnya dengan perolehan suara yang didapat di Pileg. Ini murni soal utang piutang .
Ismael juga mengakui bahwa Yulmar telah membuat laporan polisi. Kendati demikian, dia juga akan mengambil langkah hukum. ” Saya akan mengumpulkan bukti-bukti, karena telah menyebarkan fitnah di media sosial. Setelah itu saya juga akan ambil langkah hukum,” pungkasnya.
Sementara itu, Mayor (Purn TNI) Syamsir Burhan selaku Ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Sumbar kepada JMG menuturkan bahwa apa yang disampaikan Ismael Koto itu terkait benda yg ditodongkan kepada Yulmar tersebut adalah Mancis, sah sah saja sebagai alibi dan pembenaran baginya. Tapi yang jelas, aparat penegak hukum harus jeli dalam menangani kasus ini.
” Silahkan saja Ismael Koto berkata bahwa itu Mancis dan bukan senpi. Akan tetapi APH tentu bisa melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terkait benda yang ditodongkan kepada Yulmar tersebut. Bila terbukti itu senjata api dan tidak memiliki izin, maka APH harus memberlakukan pasal terkait kepemilikan senpi tersebut terhadap Ismael Koto”, ujarnya.
Terakhir, Syamsir mengatakan bahwa LPRI Sumbar akan terus mengawal kasus ini dan akan meminta APH untuk mengusut khusus terkait benda yang digunakan Ismael Koto saat kejadian tersebut, pungkasnya. (Ism)












