Editor : Jean
Tanah Datar – (JMG) Komitmen Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, dalam pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting membuahkan hasil. Nagari Taluak dinilai sebagai salah satu desa/nagari berkinerja baik dalam pelaksanaan program tersebut pada tahun 2026.
Atas capaian itu, Nagari Taluak menerima penghargaan berupa reward senilai Rp10 juta dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Reward tersebut diberikan dalam bentuk kegiatan peningkatan kapasitas aparatur, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar kinerja pemerintahan nagari terus ditingkatkan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., kepada Wali Nagari Taluak Pendi Aswil di Lapangan Cindua Mato, Senin (17/8/2026), usai pelaksanaan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penghargaan ini tidak sekadar menjadi simbol keberhasilan administratif, tetapi juga menjadi cerminan bahwa upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama, konsistensi program serta keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat.
Wali Nagari Taluak Pendi Aswil menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah memberikan kepercayaan kepada Nagari Taluak untuk menerima penghargaan tersebut.
Menurutnya, capaian itu tidak lahir dari kerja satu pihak saja. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah nagari, kader, PKK, perangkat nagari dan masyarakat yang secara bersama-sama ikut mendukung berbagai program pencegahan stunting.
Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah memberikan kepercayaan kepada Nagari Taluak untuk mendapatkan penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pendi Aswil.
Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Nagari Taluak, jajaran PKK, perangkat nagari serta seluruh pihak yang telah ikut terlibat dalam proses pencapaian tersebut.
Terima kasih kepada seluruh masyarakat Nagari Taluak, PKK, perangkat nagari dan semua pihak yang telah ikut berkontribusi. Keberhasilan ini bukan milik wali nagari atau pemerintah nagari semata, tetapi keberhasilan ini milik kita bersama,” tegasnya.
Pendi menegaskan, penghargaan tersebut justru menjadi tantangan bagi Pemerintah Nagari Taluak untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih. Program pencegahan stunting, kata dia, harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan kolaborasi dan kepedulian terhadap generasi penerus.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap mempertahankan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap persoalan kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Dengan diraihnya penghargaan tersebut, Nagari Taluak menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan di tingkat nagari tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Penghargaan boleh menjadi kebanggaan, tetapi bagi Nagari Taluak, capaian tersebut harus menjadi titik awal untuk bekerja lebih keras dalam memastikan setiap anak tumbuh sehat dan terbebas dari ancaman stunting. (RN)












