Ada Pungli di Pupuk Subsidi Kota Padang, Siapa Yang Bermain?

Editor : De Ola

Padang, (JMG) – Petani sering dijadikan korban oleh pihak lain. Terutama yang ingin meraup keuntungan dari petani. Seperti yang terjadi di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Petani di Koto Tangah dijadikan ajang untuk mencari keuntungan bagi beberapa pihak. Mereka tanpa rasa belas kasihan menjual pupuk subsidi dengan harga tinggi kepada petani.

Harga net pupuk urea subsidi ini terbongkar setelah JMG mempertanyakan kepada Yoice Yuliani, S.Pt, M.Si selaku Kadis Pertanian Kota Padang. Menurut Kadis Pertanian, harga pupuk subsidi jenis urea adalah Rp. 2200/kg. Jadi untuk sekarung pupuk urea petani hanya menebus dengan harga Rp. 110.000/karung 50 kg.

Anehnya apa yang disampaikan Kadis Pertanian itu berbeda dengan yang terjadi dilapangan. Setiap petani harus membayar Rp. 140.000/karung dengan berat 50 kg.

Menurut Alek (nama pinjaman) salah seorang petani yang ditemui JMG, mengaku dirinya selalu menebus pupuk urea berat 50 kg dengan harga Rp. 140.000/karung. Setiap petani hanya dijatah 5 karung. Bagi petani yang kenal dekat dengan pengelola, maka bisa menebus 10 karung, ujarnya.

” Saya menebus pupuk di Kharisma Tani Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah sekarungnya Rp. 140 ribu. Itupun hanya dibolehkan 5 karung. Sementara orang yang dekat dengan petugas gudang, bisa menebus 10 karung. Ada apa ini? “, tanyanya.

Ditambahkan Alek, bagi petani yang tak menebus atau membeli pupuk urea sesuai waktu yang ditentukan petugas digudang Kharisma Tani, maka tidak bisa lagi menebusnya. Pupuk tersebut bakal dijual kepada orang lain. Hal ini tentu merugikan petani yang tak bisa menebus sesuai waktu yang ditentukan petugas gudang. Kami petani seperti dipermainkan dan dijadikan sapi perlahan oleh petugas gudang Kharisma Tani tersebut, tandasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *