Ardi Andono, S.TP , M.Sc, Kepala BKSDA SUMBAR, Membuka Pembentukan Kader Konservasi Balai KSDA SUMATERA BARAT TAHUN 2023

Editor : De Ola

Padang, (JMG) – Ardi Andono, S.TP , M.Sc, Kepala BKSDA Sumatera Barat , membuka pembentukan dan sekaligus pelatihan kader konservasi Balai KSDA SUMATERA BARAT di Hotel Imelda water Park convention Indarung Padang pada Selasa (20/06/2023) yang lalu sampai hari Kamis siang (22/06/2023).

Ardi Andono, S.TP , M.Sc, dalam pembukaan pelatihan dan pembentukan kader konservasi tersebut memberikan pembekalan pengetahuan tentang pentingnya para kader konservasi untuk ikut serta menjaga keutuhan hutan konservasi dari kerusakan hutan serta ekosistemnya akibat para peladang serta pemburu hewan-hewan yang dilindungi negara terutama harimau Sumatera.

Hal ini disampaikan oleh Ardi Andono, S.TP M.Sc, kepada kader konservasi untuk ikut serta menekan lajunya kerusakan kawasan hutan konservasi serta pentingnya kader konservasi untuk ikut serta menjaga dan melindungi kawasan hutan dan tumbuhan serta satwa di kawasan BKSDA Sumbar.

Dalam pembekalan tersebut Ardi Andono, S.TP. M,Sc juga menyampaikan bahwa dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi , BKSDA Sumbar melibatkan tiga unsur utama dalam masyarakat Sumbar yaitu unsur niniak mamak, ulama dan cadiak pandai yang lebih dikenal dengan unsur Tigo Tunggu Sajarangan atau Tigo Tali Sapilin.

Dengan dipadukan nya Tiga unsur tersebut dalam setiap penyelesaian konflik kawasan hutan dalam lingkungan masyarakat, dapat menekan dan mengurangi kerusakan kawasan hutan.

Dihari ke 2 Rabu (21/06/23) pelatihan pembentukan kader konservasi, BKSDA SUMBAR mengikutsertakan juga peneliti dan pakar tentang tumbuhan serta hewan dari FMIPA UNAND dan dari UMSB untuk memberikan pengetahuan dan pengenalan tentang jenis pepohonan dan satwa di kawasan hutan konservasi beserta satwa-satwa yang dilindungi oleh negara dan keberadaannya wajib dilindungi dan dijaga oleh masyarakat untuk keberlangsungan hidupnya di kawasan hutan dari para pemburu hewan untuk kepentingan pribadi dari kepunahan.

Dihari terakhir pembentukan kader konservasi, Kamis (22/06/23) BKSDA Sumbar juga melibatkan tim Basarnas Padang dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya para kader konservasi mempunyai pengetahuan dalam penyelamatan dan pertolongan di kawasan hutan dalam menghadapi jika terjadi kecelakaan di kawasan hutan. (Khaidir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *