Editor : De Ola
Padang, (JMG) – Proyek pekerjaan konstruksi rumah sakit Tk. IV Kesdam I/BB yang dikerjakan PT. Tambang Elastika Mas dengan nilai kontrak Rp. 37.642.666.000,- terlihat lambat dalam pelaksanaannya. Hal ini terpantau saat JMG kelokasi proyek pada Minggu (18/6).
Berdasarkan pantauan JMG dilokasi proyek yang tanggal kontraknya 3 November 2022 itu, terlihat jelas bobot pekerjaannya belum seberapa jika dibandingkan dengan nilai kontraknya. Struktur saja belum selesai dikerjakan.
Padahal jika diprediksi dengan nilai kontrak yang besar tersebut, proyek yang konsultan pengawasnya PT. Bumi Madani itu seharusnya akan selesai dan sampai dapat digunakan. Namun kenyataannya, diperkirakan proyek yang masa pelaksanaannya 240 hari kalender itu tak akan selesai hingga kontrak berakhir.

Saat JMG mendatangi lokasi proyek, memang terlihat pekerjaan konstruksi belum selesai. Tak hanya itu, hampir seluruh pekerja tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). tidak satupun pekerja yang nampak menggunakan APD.
Salah seorang warga sekitar yang mengaku bernama David mengungkapkan kepada JMG bahwa proyek tersebut selama ini dikerjakan seperti ayam gadis bertelur. Sebentar dikerjakan, berhentinya lama. Inilah yang diduga mengakibatkan proyek tak sesuai schedulenya.
Mayor Dedi Syahputra selaku Direksi Pengawas dari RS Dr. Reksodiwiryo saat dikonfirmasi terkait proyek tersebut meminta JMG untuk menemui Alex dibagian Konsultan Pengawas.

” Maaf, saya tidak bisa menjawab terkait bobot pekerjaan. Silahkan saja datang kelokasi dan tanyakan pada Alex dari konsultan pengawasannya”, ujar Dedi
Alex dari Konsultan Pengawas PT . Bumi Madani kepada JMG dilokasi proyek mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyebutkan berapa bobot pekerjaan saat ini. Akan tetapi kontraktor diprediksi akan bisa menyelesaikan proyek tersebut tiga bulan kedepan.
” Saya tidak bisa menyebutkan berapa bobot pekerjaan ini sekarang. Silahkan tanya saja kepada Kolonel FX Dedi di Kemenhan RI sebab beliau sebagai Kabid Dalwaskon Pusko Baranahan Kemhan RI”, ujarnya.
Alex juga menambahkan bahwa saat ini pekerja ada puluhan orang. Inilah yang meyakinkan Alex bahwa pekerjaan bisa selesai tiga bulan kedepan hingga tuntas. Kalau kontraknya memang 3 November 2022 tapi pekerjaannya baru dimulai Februari 2023.
Saat ditanyakan mengapa pekerja tidak menggunakan APD, Alex dengan santai menjawab bahwa tukang itu susah diatur. Walaupun APD nya telah disiapkan tapi pekerja tak mau memakainya, ungkap Alex. (Ism)












