Padang Panjang, (JMG) – Pada prinsipnya kejujuran merupakan salah satu nilai moral yang menuntut seseorang untuk melakukan sesuatu dengan benar tanpa rekayasa, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kejujuran selalu dimulai dari diri sendiri dan dibangun dalam lingkungan yang kecil terlebih dahulu, yaitu bermula dari keluarga.
Hal itu ya melekat pada diri Nasrul Naga anak dari pedagang jengkol dan petai di pasar Padang Panjang beberapa puluh tahun lalu.
Inilah kisah nyata dari seorang anak pedagang jengkol dan petai, Drs Haji Nasrul Naga.

Nasrul Naga menceritakan, modal awal mendirikan perusahaan cuma kejujuran dan kepercayaan dari rekan-rekan bisnis waktu di perusahaan yang lama, Ia beli barang berhutang, terima pembayaran baru dibayarkan kembali.
“Terkait pembayaran saya selalu komitmen, dan tata kelola perusahaan, selalu saya sesuaikan dengan uang yang ada. Dengan tata kelola yang bersih dan profesional akhirnya pelan pelan perusahaan berkembang,” ujarnya.
Singkat cerita disebut Nasrul Naga, saat ini aset perusahaannya sudah 700 miliar dan alhamdulillah tidak ada hutang di Bank.
Terkait pencalonan dirinya sebagai calon Walikota Padang Panjang, sebelumnya ia telah menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada anaknya.
“Saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, saya diberi rezeki yang menurut saya sudah berlebih, dan saya memutuskan untuk ikut Pilkada Padang Panjang setelah dapat izin dari keluarga.
Disebut juga oleh Nasrul, tidak lain hanya untuk membangun Padang Panjang dengan tulus, tidak mencari materi, tidak mencari jabatan dan popularitas. Kalau saya mencari materi lebih baik saya di Jakarta mengurus perusahaan. Tapi disini niat saya tulus untuk membangun kampung halaman, terbukti semua berjalan lancar sampai saat ini. Kalau niat tulus itu Insya Allah semuanya dilancarkan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Nasrul Naga saat kampanye dialogis dan tatap muka di RT 15, kelurahan Silaing Bawah, kecamatan Padang Panjang Barat, kota Padang Panjang baru-baru ini.
Nasrul menjelaskan, rata-rata pekerjaannya di bidang sosial, ia praktisi dan wakilnya Drs Eri Datuak Majo Endah mantan birokrasi. Ia yakin, gabungan praktisi dan birokrasi akan memberikan energi baru untuk Padang Panjang, dan akan memberikan perubahan-perubahan yang lebih baik di Padang Panjang.
“Ditambah kami didukung 4 partai, yakni Demokrat, Gerindra, PKB dan PBB. Untuk Gerinda merupakan partai penguasa di pusat. Kalau membangun Padang Panjang cuma mengandalkan APBD, itu tidak bisa. Kita harus rajin mencari dana ke pusat, jadi dengan adanya Gerindra kita selaras dengan pusat. Satu lagi, Putra Padang Panjang Ir. Yuliot M.M, Wakil Menteri Investasi sama saya memiliki link yang sangat bagus di Jakarta,” jelasnya.
Dikatakan Nasrul, partai yang selaras dengan pusat bisa mendapat dana tambahan untuk membangun Padang Panjang. “Kita tidak bisa bertentangan dengan pusat kalau bertentangan sangat susah. Sebenarnya, eksistensi orang pusat ke Sumbar cukup tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, seorang praktisi dan seorang birokrasi, ditambah adanya link di pusat, menjadi Kombinasi yang bagus untuk membuat Padang Panjang lebih baik lebih sejahtera kedepannya.
“Sesuai dengan visi kami, mewujudkan Padang Panjang maju dan sejahtera berlandasan sumber daya manusia yang agamais berbudaya dan bermartabat. Saya yakin dari visi itu bisa diteruskan ke misi, yang nantinya ada lagi 9 program strategis,” imbuhnya.
Dikesempatan itu, Nasrul juga meminta izin dan dukungan kepada masyarakat yang hadir. “Insya Allah dengan dukungan ibu bapak, izinkan kami mengabdi di kampung halaman ini,” (YB)












