Razia Penyakit Sosial, Tim Gabungan Ditresnarkoba dan Satresnarkoba Amankan 7 Pelaku Narkoba

Editor  : Ocu Azhar 

Jejak Media Group (JMG) – PEKANBARU, – Tujuh orang yang diduga pelaku penyalahgunaan narkoba diciduk aparat di kawasan kampung narkoba di 2 (dua) lokasi Jl. Pangeran Hidayat samping Masjid Assalam Kota Pekanbaru dan Lokasi II : Pada Rumah kosong, Belakang GG. Samping Bank BRI Jl. Jend. Sudirman Kota Pekanbaru, Rabu (24/07/2024) sore.

 

Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Bagus Fahrian, S.I.K dikonfirmasi media menuturkan kegiatan razia tersebut dilaksanakan Team gabungan Sat Narkoba Polresta Pekanbaru bersama Dit Narkoba Polda Riau.

 

” Selama kurang lebih 3 jam dimulai dari jam 16.00 wib s/d selesai, Tim yang dibagi 2 (dua) Tim yakni Tim I dipimpin oleh AKBP Edi Munawar, A.Md, S.H., M.H dan Tim II dipimpin oleh AKBP Ileng Pribadianto, S. Pd, berhasil mengamankan 7 (tujuh) orang pelaku ditempat yang berbeda “, jelas Kasat Narkoba.

 

Lanjut Kasat Narkoba, 4 (Empat) pelaku yaitu, N (49), E (43), A (22) dan HW (39) diamankan di Jl. Pangeran Hidayat Kota Pekanbaru ( Pada rumah kosong di Belakang Masjid Assalam, selain itu di TKP juga ditemukan banyak plastik sabu bekas pakai bahkan ada BB yang sudah dibakar.

 

” Sedangkan 3 (Tiga) pelaku lainnya yaitu, R (29), BI (26) dan BH (17) diamankan pada rumah kosong di GG. Samping Bank BRI Jl. Jend. Sudirman Kota Pekanbaru dengan barang bukti yang ditemukan berupa : 3 (tiga) paket sedang, 6 (enam) paket kecil, Alat hisap Bong, uang yang diduga Upal (Uang Palsu) pecahan 50.000 sebanyak 2 (dua) lembar “, tambahnya.

 

Sementara itu ditempat terpisah, Wadir Resnarkoba Polda Riau Akbp Nandang Lirrama., S.I.K mengatakan, selama pelaksanaan Ops Antik Lancang Kuning 2024 ini kita berharap dapat memberikan manfaat dan getaran ditengah masyarakat serta dapat mencapai target yang direncanakan.

 

” Meski dari lokasi tersebut tim gabungan ini tidak menemukan narkoba dalam jumlah besar. Setidaknya apa yang dilakukan Satres Narkoba Polresta Pekanbaru dan Dit Narkoba Polda Riau bisa memberikan shock therapy bagi para pelaku untuk tidak lagi melakukan peredaran narkoba di wilayah itu. Kita hanya menangkap beberapa orang karena kemungkinan pelaku lainnya telah kabur sebelum polisi datang,” jelas Wadir Resnarkoba Polda Riau.

 

Tambah Wadir, dan dari hasil pemeriksaan urine ke 7 pelaku oleh Dokpol Polda Riau menyatakan positif sebagai pengguna narkoba dan Hasil uji labhor barang bukti yang dibawa tersebut tersebut diduga Palsu ( Tawas ).

 

” Dan untuk proses lebih lanjut tersangka dan barang bukti pada TKP I, proses pemeriksaan dilakukan di Direktorat Narkoba Polda Riau sedangkan untuk tersangka dan barang bukti pada TKP II, proses pemeriksaan diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Pekanbaru.

( Az77)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *