Editor : Hari Styn
Karang anyar ( JMG ) Padepokan Silat Perisai Diri Solo Raya Colomadu Karanganyar bersama Pendiri Padepokan Silat Perisai Diri Solo Raya mengadakan potong tumpeng nasi kuning untuk memperingati HUT Ke 71 . Senin 6 Juli 2026.
Pendiri Padepokan Silat Perisai Diri Pendekar Dalyatno juga seorang pengusaha sukses bersama ratusan anggota siswa Siswi Pencak Silat Perisai Diri, dan juga para senior juga hadir seperti Edi Padmono, Pendekar Sri Gati, pendekar muda Suripto, pendekar muda Aris Maryono, Pelatih Totok Raharjo, Suryadi, Sunardi, Pujo, Teguh Wiyono.
Hadir pula dewan Pendekar Pusat Heru Tetuko yang telah memimpin Doa Hening, pemotongan nasi tumpeng oleh Pendekar Dalyatno juga pendiri Padepokan silat Perisai diri Solo Raya kemudian potongan nasi tumpeng diserahkan.pada pengurus padepokan Sutiyo Tenang.
Dalam acara HUT Perisai Diri yang ke 71 Pendekar Dalyatno mengatakan bahwa perisai diri yang dulu didirikan oleh Pendekar Legendaris Raden Mas Soebandiman Dirdjo Atmodjo yang juga masih keturunan Sri Paku Alam keraton Yogyakarta bahwa perisai diri harus berkembang yang lebih besar.
Dan menyatu dengan masyarakat luas, Pendekar Dalyatno menghimbau para pelatih agar lebih giat dalam melatih para siswa siswi dengan sabar dan disiplin tinggi.
Pendekar Dalyatno berharap padepokan yang ia bangun dan dirikan dengan Beaya pribadi dengan susah payah tidak sepi agar selalu digunakan untuk berlatih
Dalyatno mengatakan saya mendirikan padepokan untuk belajar beladiri gratis tanpa dipungut Beaya apapun, para pelatih agar bisa mengembangkan ilmunya kepada masyarakat luas.
Dewan Pendekar Heru Tetukoe menghimbau kepada seluruh pelatih agar memberikan pelajaran teori maupun tehnik asli perisai diri disamping memberikan pembelajaran tehnik pencak silat Perisai Diri juga menyarankan agar ilmu beladiri dari perguruan perisai diri agar digunakan dengan baik hidup bermasyarakat dengan rukun tidak boleh digunakan untuk kesombongan hingga menimbulkan kebencian Dimata masyarakat luas jangan sampai meniru perguruan silat tetangga sebelah yang sering bikin onar dan main keroyok , disini perisai diri tidak diperbolehkan.
( Dwi n )












