DAERAH  

Masyarakat Nagari Kasang Gelar Demo, Tolak Aktivitas Pertambangan

Editor : De Ola

Padang Pariaman – (JMG) Setelah Viral di jagat maya tentang penertiban beberapa lokasi tambang di Kabupaten Pasaman Barat beberapa waktu lalu , kini giliran Ratusan masyarakat Nagari Kasang tunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dalam sebuah Orasi yang bertajuk aksi damai untuk MENOLAK Pertambangan yang semakin meresahkan.

Ratusan masa aksi terdiri dari ,Tokoh Adat ,Ninik Mamak, Bamus, LPM Bundo Kandung dan Pemuda turun ke jalan , bertitik kumpul di lapangan GADUANG dan berlanjut ke lokasi PERTAMBANGAN untuk menyuarakan PENOLAKAN kerasnya terhadap semua aktivitas tambang PT DAYAN BUMI ARTHA di Nagari Kasang, Minggu (8/2/2026).

Masa aksi juga mempertanyakan pemberian rekomendasi sepihak yang di keluarkan Oknum Pemerintah Nagari untuk keberlangsungan tambang yang dapat merusak lingkungan serta mengancam kehidupan masyarakat sekitar .

Pantauan JMG , Ratusan Masa Aksi yang turun kejalan dengan penuh semangat meneriakan Yel-yel PENOLAKAN KEBERADAAN TAMBANG sambil membawa beberapa spanduk berisi pesan-pesan penyelamat hutan.

Kordinator aksi, Hamardian menegaskan bahwa keberadaan tambang tersebut telah merusak banyak faktor lingkungan dan telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya , ada beberapa alat berat dan mobil truk lalu lalang setiap hari , semua itu berasal dari aktivitas Pertambangan di wilayah tersebut.

Meski begitu , tidak ada manfaatnya bagi keberlangsungan kehidupan perekonomian masyarakat setempat dan sebaliknya berimbas negativ bagi masyarakat banyak. Ia juga menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sangat banyak sekali.

“Oleh sebab itu , aktivitas Pertambangan yang terindikasi banyak pelanggaran dan rekayasa dokumen yang dikeluarkan Pemerintah Nagari harus segera DIHENTIKAN. Sebab, hal ini sangat merugikan banyak pihak ,”Tegas Koordinator aksi Hamardian .

Masa aksi juga menyoroti dugaan main mata oknum dibalik kelancaran aktivitas Pertambangan yang terkesan direstui Pemerintah Nagari dan Pemerintah Kecamatan . Selain itu masa aksi juga menyebutkan bahwasanya, PERTAMBANGAN yang berada di Nagari Kasang hanya berkedok sebagai tambang Masyarakat.

Menurutnya, meskipun mengatas namakan tambang bebatuan masyarakat, praktek dilapangan menunjukan bahwa aktivitas tersebut dilakukan secara besar-besaran dengan memakai alat berat. “Jika tambang dikelola masyarakat tidak jadi masalah , semua aktivitas dilakukan secara tradisional. Nah ini menggunakan alat berat ,”tambahnya.

Akibatnya tentu sangat merugikan keberlangsungan hidup masyarakat yang mencari nafkah secara tradisional, begitu juga dengan pencemaran lingkungan, asap debu yang selalu mengepul jika musim panas , dapat merusak sudut pandang lingkungan masyarakat.

Ancaman Sosial : keberadaan alat berat dan pihak luar yang menambang seringkali menimbulkan konflik horisontal dengan warga lokal. Pelanggaran hukum terhadap rekayasa dokumen yang dikeluarkan Pemerintah Nagari untuk kelangsungan Pertambangan Bebatuan yang dapat merugikan Negara serta masyarakat setempat.

Tuntutan Dalam Aksi : Untuk segera menghentikan aktivitas tambang PT DAYAN BUMI ARTHA dan segera melakukan pemulihan terhadap lingkungan dan Menuntut tanggung jawab pihak pengelola atau pemodal tambang untuk segera memperbaiki semua kerusakan lingkungan. (HERI).

Penulis: Heri GusmanEditor: De Ola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *