Editor : Jean
PADANG PANJANG – (JMG) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navis, melantik dan mengukuhkan Pengurus PWI Kota Padang Panjang periode 2026–2029.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi kewartawanan di Kota Padang Panjang untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan profesionalisme wartawan, sekaligus membangun sinergi yang sehat dengan Pemerintah Kota Padang Panjang dan seluruh pemangku kepentingan.
Ketua PWI Padang Panjang periode 2026–2029 adalah Supriyanto, yang akrab disapa Bento. Ia diharapkan mampu membawa organisasi semakin profesional, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, serta mendorong pemberitaan yang konstruktif terkait pembangunan dan investasi di daerah.
Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Ketua DPRD Padang Panjang Imbral, Pj. Sekdako Kuartini Deti Putri, Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang yang diwakili, Kepala Rutan Kelas II B Padang Panjang Novri Abbas, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Panjang Mukhlis, ketua BAZNAS Padang Panjang Dr. H. Novi Hendri.
Turut hadir sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Hari Rezka Perdana, Kepala BPKD Zia Ul Fikri, Kepala Dinas Porbudpar Busmar Chandra, Kepala Dinas PTSP Nurasrizal, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dari jajaran organisasi kewartawanan, hadir pula sejumlah pengurus PWI kabupaten/kota di Sumatera Barat, di antaranya pengurus PWI Tanah Datar, PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, dan PWI Kepulauan Mentawai.
Hendri Arnis Apresiasi Pergantian Kepemimpinan PWI
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, BSBA, menyampaikan apresiasi atas proses pergantian kepemimpinan PWI Padang Panjang yang menurutnya berlangsung baik, lancar dan tanpa perpecahan.
Hendri menilai hubungan komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Kota Padang Panjang dengan PWI selama kepengurusan sebelumnya telah berjalan baik. Karena itu, estafet kepemimpinan kepada Ketua PWI Padang Panjang yang baru, Supriyanto atau Bento, diharapkan dapat terus menjaga hubungan positif tersebut.
“Alhamdulillah, selama periode pertama dulu dengan PWI juga baik komunikasinya, kerja samanya juga baik. Dan alhamdulillah di periode sekarang ini juga baik. Perpindahan tangan dari kepengurusan sebelumnya kepada Pak Bento rasanya smooth, bagus, tidak ada perpecahan di Kota Padang Panjang,” ujar Hendri Arnis.
Ketua Baru Diminta Segera Konsolidasi
Hendri memberikan perhatian khusus kepada kepengurusan baru PWI Padang Panjang. Menurutnya, dengan kepemimpinan yang relatif muda, Ketua PWI yang baru harus segera melakukan konsolidasi internal.
Ia juga menilai pengalaman pengurus dan tokoh-tokoh PWI sebelumnya tetap dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan organisasi.
“Ketua yang baru dengan usia yang muda tentu harus cepat-cepat berkonsolidasi ke dalam,” katanya.

Hendri menyebut keberadaan tokoh-tokoh lama dapat menjadi penimbang sekaligus pemberi masukan bagi kepengurusan baru. Menurutnya, pengalaman para senior tetap memiliki nilai penting dalam menjaga perjalanan organisasi agar semakin matang.
Pers dan Pemerintah Harus Saling Mengingatkan
Lebih jauh, Hendri Arnis menegaskan kemajuan Kota Padang Panjang tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.
Menurutnya, wartawan memiliki posisi strategis dalam mengeksplorasi berbagai potensi daerah, menyampaikan capaian pembangunan kepada masyarakat, sekaligus mengingatkan pemerintah terhadap berbagai persoalan yang masih harus dibenahi.
“Intinya adalah kita, kota ini, tidak bisa berkembang dengan sendirinya. Teman-teman wartawan bisa mengeksplor, mengembangkan kota kita ini, prestasi apa yang sudah diraih dan apa yang harus dikerjakan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia berharap hubungan pemerintah dan pers dibangun dalam semangat saling mengingatkan dan bekerja sama.
Menurut Hendri, pemerintah bersama Wakil Wali Kota maupun Forkopimda memiliki mekanisme dan kewenangan masing-masing. Namun, wartawan mempunyai ruang yang berbeda dalam menyampaikan persoalan kepada masyarakat melalui pemberitaan.
Karena itu, ia mendorong insan pers untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Investasi Didukung, Tetapi Harus Sesuai Ketentuan
Salah satu persoalan yang turut disinggung Hendri Arnis adalah investasi dan pemanfaatan ruang di Kota Padang Panjang.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Padang Panjang tidak menolak investasi. Bahkan, pemerintah pada prinsipnya mendukung investasi karena dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan pembangunan daerah.
Namun, dukungan tersebut harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap peraturan.
“Kita tidak melarang investasi, tapi kita mendukung investasi. Tapi investasi itu tentu harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Hendri.
Menurutnya, setiap investor harus memenuhi rambu-rambu yang telah ditetapkan, termasuk persoalan perizinan, kesesuaian lokasi dan ketentuan lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
“Investasi itu boleh, siapa sih yang tidak mau investasi. Cuma ada rambu-rambu yang harus dipenuhi oleh orang yang berinvestasi, seperti perizinan, lokasi yang tepat untuk membuat usaha, dan semua rambu-rambu itu harus diikuti,” jelasnya.
Pers Diminta Membantu Memberikan Edukasi
Dalam persoalan tersebut, Hendri berharap wartawan ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat secara utuh.
Menurutnya, pemberitaan tidak hanya penting dalam mengungkap persoalan, tetapi juga dapat memberikan edukasi mengenai bagaimana investasi yang sehat dan sesuai aturan seharusnya dijalankan.
“Kita berharap teman-teman wartawan juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat bahwasanya kita tidak alergi dengan investasi. Tetapi berinvestasilah dengan jalannya, koridornya,” ujarnya.
Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa dukungan terhadap investasi tidak berarti pemerintah mengabaikan aturan. Sebaliknya, kepatuhan terhadap ketentuan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan usaha berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Cuci Piring” Persoalan Lama, Pemerintah Diminta Berjalan Sesuai Aturan
Hendri Arnis juga secara terbuka menyinggung berbagai persoalan yang menurutnya telah berlangsung cukup lama dan harus diselesaikan oleh pemerintahan saat ini.
Ia menggunakan istilah “cuci piring” untuk menggambarkan tugas pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang telah ada sebelumnya.
“Saya hadir hari ini itu cuci piring, cuci piring dosa orang,” ujar Hendri.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti pada persoalan masa lalu. Pemerintahan harus tetap berjalan dan setiap perangkat daerah diminta melaksanakan tugas berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Ibu Pj dan kadis saya minta jalan saja sesuai ketentuan,” tegasnya.
Widya Navis: PWI Harus Menjaga Amanah Organisasi
Sementara itu, pelantikan dan pengukuhan oleh Ketua PWI Sumatera Barat Widya Navis menjadi bagian penting dari proses regenerasi dan kesinambungan organisasi PWI di Kota Padang Panjang.
Pengurus baru periode 2026–2029 diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik, menjaga marwah profesi kewartawanan, serta meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.
Kepengurusan baru yang dipimpin Supriyanto atau Bento juga menghadapi tantangan di tengah perkembangan media digital, derasnya arus informasi dan semakin tingginya tuntutan masyarakat terhadap pemberitaan yang cepat, akurat dan berimbang.
Karena itu, PWI Padang Panjang diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi profesi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan pers di daerah, termasuk menyajikan informasi yang objektif mengenai peluang dan perkembangan investasi.
Sinergi Bukan Berarti Kehilangan Independensi
Hubungan antara pemerintah daerah dan pers diharapkan terus berjalan dalam koridor yang sehat.
Sinergi tidak berarti pers kehilangan independensi. Sebaliknya, pers tetap memiliki fungsi kontrol sosial, menyampaikan kritik, mengawasi kebijakan publik dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
Di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan pers sebagai mitra komunikasi publik yang mampu menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat secara objektif, termasuk kebijakan investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
Dengan kepengurusan PWI Padang Panjang periode 2026–2029 yang dipimpin Supriyanto, yang akrab disapa Bento, diharapkan sinergi tersebut dapat semakin kuat.
PWI dapat menjalankan fungsi organisasi dan profesinya secara profesional, sementara Pemerintah Kota Padang Panjang tetap terbuka terhadap kritik, masukan dan pengawasan publik.
Pada akhirnya, kepentingan yang harus ditempatkan paling utama adalah kepentingan masyarakat, iklim investasi yang sehat dan kemajuan Kota Padang Panjang.(YB).












