Editor : Jean
Kabupaten Solok – (JMG) Musibah banjir bandang atau galodo yang menerjang wilayah Kayu Aro, Kabupaten Solok, pada 21 September 2026 setelah salat Isya, mengundang keprihatinan sekaligus menggerakkan kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat yang terdampak.
Di tengah kondisi warga yang masih menghadapi dampak bencana, bantuan mulai mengalir melalui Posko Bantuan Gempar dan PPNK Lemhannas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak galodo.
Ucapan terima kasih disampaikan masyarakat Kabupaten Solok, khususnya warga terdampak di Kayu Aro, kepada Ketua Alumni PPNK 72 Lemhannas RI, Dr. Akhmad Gozali Harahap, PIC bantuan Muhammad Anis, serta Dodi Hendra selaku Wakil Ketua Umum Lemhannas, atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan.
List Donasi Bantuan Untuk korban wilayah Solok periode
22-24 September 2026
1. Jafri Ayub
2. Muhammad Anis
3. Elias Daton
4. Andriyansyah
5. Dodi hendra
6. Layla
7. Abdul Bari
8. Ian Simarmata
9. Josaphat
10. Hartono
11. Satrio
12. Akhmad Gozali Harahap
13. Andy Samuel
14. Rudolf
15. Edy Kurniawan
16. Kevin
17. Gerald Siahaan
18. Rizal Ariansyah
19. Vio
20. Z
21. Tanaya
22. Ma Titi
Hingga saat ini, bantuan berupa sembako, nasi bungkus, serta obat-obatan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. Sedikitnya 22 orang telah menerima bantuan tersebut sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan warga pascabencana.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga menunjukkan pentingnya solidaritas sosial ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana. Kebutuhan warga terdampak diperkirakan masih akan berlanjut seiring proses pemulihan di lapangan.
Dodi Hendra selaku Wakil Ketua Umum Lemhannas mengajak para donatur dan masyarakat luas untuk bersama-sama membantu warga yang terdampak galodo.
Ia mengimbau masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menyisihkan sebagian rezekinya melalui Posko Bantuan Gempar dan PPNK Lemhannas agar bantuan tersebut dapat kembali disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Semoga kepedulian dari para donatur dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” demikian pesan Dodi Hendra.
Musibah galodo di Kayu Aro menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan respons cepat dari pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga dukungan serta solidaritas masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.(RN)












