Editor : Hari Styn
Bukittinggi ( JMG ) Kegiatan Bimbingan Teknis “Membangun Mitra Media yang Kuat, Informatif dan Berintegritas sebagai Pilar Pemersatu Bangsa” resmi dibuka di Bukittinggi, Rabu (26/11). Acara yang digelar hingga 29 November tersebut dihadiri puluhan peserta dari berbagai lembaga dan instansi, berfokus pada peningkatan kualitas kemitraan antara pemerintah daerah dan media massa sebagai garda terdepan informasi publik.
Laporan Ketua Pelaksana Media Harus Jadi Penyejuk Informasi Publik
Ketua Pelaksana kegiatan, Efrison, SE, dalam laporannya mengatakan bahwa bimtek ini dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas dan penguatan peran media di era informasi yang semakin terbuka.
“Media bukan hanya penyampai berita, tetapi juga penentu arah persepsi publik. Karena itu, kemitraan yang sehat, profesional dan beretika antara pemerintah daerah dan insan pers sangat penting untuk menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat,” ujar Efrison.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten untuk membahas perkembangan dunia jurnalistik, peran kehumasan pemerintah daerah, hingga teknik pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Sambutan Bupati Tanah Datar Media Mitra Strategis Pembentuk Kepercayaan Publik
Bupati Tanah Datar dalam sambutan resmi yang dibacakan Asisten Pemerintahan I, Elizar, SH, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya bimtek yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan tata kelola informasi masa kini.
“Pemerintah daerah dan media memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan. Media membantu pemerintah menyampaikan program, kinerja, dan kebijakan secara objektif. Sebaliknya, pemerintah wajib memastikan informasi yang disampaikan ke publik bersifat transparan, akurat, dan mudah diterima,” kata Elizar.
Ia menegaskan bahwa keberadaan media yang informatif dan berintegritas menjadi kunci dalam meredam hoaks, memelihara persatuan, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Melalui Bimtek ini, kita berharap kolaborasi antara pemerintah dan media semakin kuat sehingga mampu menjadi pilar pemersatu bangsa di tengah derasnya arus informasi digital,” tambahnya.
Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan pola komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah dan insan pers. Para peserta diharapkan memahami standar etika jurnalistik, strategi pengelolaan informasi publik, serta pentingnya verifikasi data sebelum publikasi.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini juga akan diisi sesi diskusi, praktik penulisan berita profesional, serta materi terkait pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kerja-kerja jurnalistik maupun kehumasan.
( RN )












