Tanah Datar, (JMG) – Gerak Cepat Kapolsek Lintau Buo Iptu Mon Irzal, S.T Bersama Forkopimca Tangani Dampak Banjir, Tujuh Jembatan Putus, Puluhan Rumah Rusak
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, pada Rabu (13/5/2026), memicu bencana alam yang berdampak serius terhadap fasilitas umum dan permukiman warga. Di tengah kondisi tersebut, Kapolsek Lintau Buo, Iptu Mon Irzal, bergerak cepat bersama unsur Forkopimca melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik terdampak.
Sejak pagi, jajaran Polsek Lintau Buo bersama Forkopimca menyisir lokasi-lokasi kritis yang mengalami kerusakan parah akibat luapan sungai. Fokus utama pengamanan dan penanganan diarahkan pada jembatan-jembatan penghubung antar jorong dan nagari yang terputus total, menyebabkan ratusan warga sempat terisolir.
Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan sedikitnya tujuh jembatan mengalami kerusakan serius. Jembatan Tanjung Anau di Jorong Aliran Sungai Putus, Nagari Taluk, dilaporkan putus total sehingga sekitar 60 kepala keluarga sempat terisolasi dari akses utama.
Tak jauh dari lokasi tersebut, Jembatan Sigontiang di Jorong Aliran Sungai Putus juga mengalami nasib serupa, memutus akses lima kepala keluarga. Sementara itu, Jembatan Sipring di Jorong Taruko, Nagari Taluk, mengalami kerusakan berat yang membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Kerusakan terparah terjadi di Jorong Taruko, di mana Jembatan Batu Patah dan Jembatan Gontiang dilaporkan putus total akibat derasnya arus sungai. Kondisi ini memaksa warga mencari jalur alternatif dengan risiko tinggi.
Di Nagari Pangian, dampak bencana tak kalah memprihatinkan. Jembatan Lubuk Bauang di Jorong Patameh mengalami rusak berat, sedangkan Jembatan Pisang Kolek dilaporkan hanyut terbawa arus. Akses transportasi warga lumpuh total di beberapa titik.
Selain fasilitas umum, bencana ini juga berdampak langsung pada permukiman. Dua unit rumah warga dilaporkan rusak berat, 67 unit mengalami rusak ringan, dan dua unit rumah hanyut terbawa arus. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kerugian materil hingga kini belum dapat ditaksir secara pasti mengingat proses pendataan masih berlangsung. Namun skala kerusakan menunjukkan dampak ekonomi yang tidak kecil bagi masyarakat terdampak.
Kabar baiknya, jalur lintas Setangkai–Sijunjung pada siang hari sudah dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, meski pengendara tetap diminta berhati-hati karena kondisi jalan masih licin dan rawan longsor.
Kapolsek Lintau Buo, Iptu Mon Irzal, S.T, saat diwawancarai di lokasi menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga turun langsung membantu warga membersihkan rumah yang terdampak serta memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau wilayah terisolir.
“Prioritas kami adalah keselamatan warga dan membuka kembali akses yang terputus. Kami bersinergi dengan Forkopimca dan lintas sektoral agar penanganan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah hukum Polsek Lintau Buo dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Aparat bersama Forkopimca masih bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem susulan yang berpotensi memperparah kondisi di lapangan. (RN)












