Bukittinggi (JMG) Gemerlap peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang dirangkai dengan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 sukses menjadikan Kota Bukittinggi sebagai pusat perhatian dunia. Kegiatan yang berlangsung pada 3–7 Juni 2026 itu menghadirkan delegasi dari 37 negara, para duta besar, akademisi, budayawan, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Denny Abdi.
Di tengah perhelatan internasional tersebut, Bundo Kanduang Kerukunan Keluarga Tanah Datar (KKTD) Luhak Nan Tuo Jabodetabek tampil menonjol dan menjadi salah satu delegasi yang membawa warna kuat budaya Minangkabau ke hadapan masyarakat dunia.
Ketua Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek, Mira Gusniwati, S.S., M.Pd, mengatakan keikutsertaan mereka bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai delegasi aktif yang berkontribusi dalam berbagai agenda utama festival.
Salah satu pencapaian penting adalah keterlibatan dalam peluncuran 100 buku internasional. Dalam momentum tersebut, Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek meluncurkan dua karya sekaligus, yakni “Perempuan Penjaga Ranah Minang”, hasil kolaborasi bersama Puti Bungsu, serta “Cultural Celebration of Universal Poetry”, buku yang ditulis bersama para delegasi dari 37 negara.
Tidak hanya bergerak di bidang literasi, rombongan Bundo Kanduang juga berpartisipasi dalam aksi penanaman 100 pohon di kawasan Tabiang Barasok sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Di panggung budaya internasional, mereka turut memukau penonton melalui pembacaan puisi oleh Mira Gusniwati, Eva Mulusia, Windriati, dan Oktavia Ningsih, serta pementasan teatrikal puisi yang diangkat dari buku Perempuan Penjaga Ranah Minang.
Kepercayaan yang diberikan kepada delegasi perempuan Minangkabau ini juga terlihat dari peran strategis mereka sebagai Master of Ceremony (MC) pada sejumlah agenda penting festival.
Mira Gusniwati dipercaya menjadi MC Seminar Utama bertema “Jam Gadang dalam Berbagai Perspektif” bersama Zamri dari Brunei Darussalam. Sementara Windriati sukses memandu atraksi seni internasional yang berlangsung pada 4 dan 5 Juni 2026 di kawasan ikonik Jam Gadang.
Puncak prestasi terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026, saat digelar Peragaan 1000 Perempuan Berbusana Minang. Bersama Bundo Kanduang dari berbagai nagari di Tanah Datar, BK KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek berhasil meraih penghargaan sebagai peserta dengan jumlah barisan terbanyak, yakni mencapai 424 orang.
Ratusan perempuan tersebut tampil mempesona dengan beragam busana adat khas Luhak Nan Tuo, mulai dari Baju Milik Padang Magek, Baju Bakambi Turawan, Baju Basimbek Padang Lua, Baju Kuruang Basiba Balimbiang, hingga busana tradisional dari Galogandang, Sungai Jambu, Paninjauan, Pariangan, X Koto, Tabek dan daerah lainnya di Tanah Datar.
Keberhasilan besar tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai tokoh perantauan. Salah satunya datang dari H. Alisar, S.E, tokoh Tanah Datar di rantau yang juga merupakan pengurus KKTD Jabodetabek sekaligus Ketua IKPM Jabodetabek.
Menurut Alisar, capaian yang diraih Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek menjadi bukti bahwa perempuan Minangkabau mampu tampil sebagai duta budaya, literasi, dan adat istiadat yang diperhitungkan di tingkat internasional.
Kami sangat bangga dengan suksesnya International Minangkabau Literacy Festival ke-4 dan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kehadiran dan prestasi Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek telah mengharumkan nama Tanah Datar di mata dunia. Ini bukan hanya kebanggaan bagi organisasi, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Luhak Nan Tuo, baik di ranah maupun di rantau,” ujar Alisar.
Ia menilai, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara perantau dan masyarakat kampung halaman dalam menjaga serta mempromosikan warisan budaya Minangkabau kepada dunia internasional.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Ketua Umum KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek Dr. Yuherman, S.H., M.Kn, Sekretaris Umum Zurlen, S.H, serta seluruh jajaran pengurus KKTD dan IKPM Jabodetabek yang selama ini konsisten mendorong kiprah Bundo Kanduang dalam berbagai kegiatan budaya dan literasi.
Melalui IMLF ke-4 dan peringatan seabad Jam Gadang, Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo Jabodetabek membuktikan bahwa budaya Minangkabau tidak hanya bertahan di tengah arus globalisasi, tetapi juga mampu berdiri sejajar dan berbicara lantang di panggung dunia melalui literasi, seni, dan diplomasi budaya.(RN)
Bundo Kanduang KKTD Jabodetabek Gemparkan IMLF 2026, H. Alisar Tanah Datar Bersinar di Mata Dunia
Dari Ranah ke Dunia Bundo Kanduang KKTD Jabodetabek Ukir Prestasi di Festival Internasional
Harumkan Nama Luhak Nan Tuo, Bundo Kanduang KKTD Raih Pengakuan di Ajang Internasional
424 Perempuan Minang, Dua Buku Internasional dan Prestasi Dunia Kiprah Gemilang Bundo Kanduang KKTD
H. Alisar Bangga, Bundo Kanduang KKTD Jabodetabek Jadi Wajah Minangkabau di Panggung Global (RN)








