Rico Alviano Tegaskan Tak Pernah Mengancam: “Risiko” Bukan Ancaman, Tapi Sikap Tegas

Editor : De Ola

Jakarta, (JMG) 18 Mei 2025 — Anggota Komisi XII DPR RI, Rico Alviano, ST Rajo Nan Sati, memberikan klarifikasi terbuka kepada media terkait laporan yang dilayangkan oleh Hendra Idris ke Polda Sumatera Barat. Dalam rilis resmi yang disampaikan kepada sejumlah media, Rico menyebut bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan mengandung unsur pembentukan opini yang menyesatkan.

Rico mengungkapkan bahwa Hendra Idris merupakan sosok yang selama ini kerap mendampinginya dalam berbagai kegiatan politik dan keseharian. Namun secara tiba-tiba, Hendra membuat laporan yang didasari oleh rekaman percakapan pribadi antara keduanya. “Kami sering bersama, dan saya tidak menyangka dia merekam telepon saya. Itu pembicaraan biasa yang tidak layak dijadikan alat laporan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rico menjelaskan bahwa Hendra sebelumnya sempat mengajukan diri menjadi Tenaga Ahli (TA) DPR RI. Namun karena tidak memenuhi syarat pendidikan minimal S1 yang ditetapkan Sekretariat DPR RI, pengajuan itu tidak bisa diproses. Rico menduga penolakan ini menjadi latar belakang kekecewaan Hendra.

Isu yang diangkat Hendra terkait kegiatan Labuan Bajo pun dibantah Rico. Ia menyatakan tidak terlibat dalam pengaturan teknis kegiatan tersebut. “Itu urusan dinas terkait. Saya hanya memberi tanggapan tegas kepada Hendra, termasuk kata ‘risiko’, yang bukan dalam konteks ancaman, melainkan pernyataan bahwa dia mungkin tidak bisa lagi bersama saya,” ujarnya.

Rico menegaskan bahwa sebagai anggota DPR RI, dirinya dilindungi oleh hak imunitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Pasal 224. Ia pun mengingatkan bahwa tindakan merekam tanpa izin seperti yang dilakukan Hendra dapat dijerat pidana berdasarkan Pasal 32 ayat (2) UU ITE, dengan ancaman hukuman penjara hingga 9 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar.

“Jika seseorang dengan sengaja memancing emosi, lalu menggunakan potongan percakapan untuk melaporkan saya, maka publik harus cerdas menilai: siapa yang sesungguhnya bertindak tidak etis, dan siapa yang sedang dikorbankan oleh ambisi pribadi,” tambahnya.

Dengan penjelasan ini, Rico berharap masyarakat Badarai dan publik luas tidak terjebak dalam opini yang dibangun sepihak. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan tindakan yang mencoreng integritas sebagai wakil rakyat. “Saya akan menghadapi persoalan ini dengan kepala tegak dan hati bersih. Saya percaya kebenaran akan menemukan jalannya,” tutup Rico.

(Nano bOjes).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *