Terminal Anak Air Padang, Hasil Proyek Milyaran Rupiah Dari Dana Umat yang Ditelantarkan

Editor : De Ola

Padang, (JMG) – Terminal anak air Padang yang resmi beroperasi 23 Desember 2023 lalu hingga kini masih sepi belum ada tanda-tanda terminal ini beroperasi secara maksimal. Terminal yang sudah memakai konsep moderen ini seakan-akan saat ini di telantarkan begitu saja tanpa ada solusi.

Apa terminal anak air ini akan mengikuti jejak terminal Air Pacah yang sekarang berubah jadi kantor walikota Padang, karena pembangunan terminal ini tidak di ikuti dengan fasilitas transportasi penghubung ke terminal seperti angkutan kota.

Dari pantauan Jejak Media group Senin 14/4 terlihat kondisi terminal Anak Air ini sepi dari aktivitas operasional bis yang masuk ke terminal ini, justru yang terlihat hanya transit TransPadang.

Dulu terminal Air Pacah gagal beroperasi karena kendaraan penghubung tidak ada jadi penumpang dan bis tidak ada yang masuk ke terminal tersebut. Tapi saat ini sudah ada bis TransPadang yang sudah masuk ke terminal ini.

Apa yang terjadi dengan terminal Anak Air?

Apa Dinas Perhubungannya yang tidak serius dalam pengelolaan Terminal yang di resmikan oleh Presiden Indonesia Ir. Jokowi 13 Desember 2023 lalu ini.

Bahkan akhir-akhir ini sudah tidak ada lagi bis-bis yang masuk ke terminal ini.

Dari beberapa sumber data yang di himpun JMG, proyek pembangunan terminal Anak Air ini menelan biaya Rp 72 Milyar, 65 Milyar untuk pembangunan fisik dan 7 Milyar untuk biaya operasional.

Diketahui Sumber pembiayaan dananya dari Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) atau dana umat dari bank syariah di Indonesia

Sungguh ironi bilamana proyek yang di bangun dari dana umat islam ini di telantarkan oleh pemerintah begitu saja dimana pertanggungjawabannya

Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan Sumbar harus menjelaskan kepada masyarakat apa yang terjadi dengan terminal Anak Air ini kenapa sampai saat ini belum maksimal beroperasi.

Masyarakat tidak bisa berdiam diri membiarkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat yang terkesan cuek untuk masalah ini.

Lalu kemana suara anggota DPRD Sumbar yang mereka wakili apa hanya duduk-duduk manis saja di gedung terhormat itu.

Keterangan dari beberapa sopir bis AKDP yang di temui JMG beberapa waktu lalu yang masih mangkal di depan Kampus UNP Padang.

Menurut mereka pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Sumbar harus mengeluarkan aturan yang tegas kepada Semua PO Bus di Sumbar ini untuk masuk terminal ini. Jangan hanya bis dari arah selatan saja yang di suruh masuk terminal dari arah utara juga harus masuk ke terminal.

Jasman salah seorang sopir bis AKDP Padang-Bukittinggi jelaskan mereka tidak mau masuk ke terminal karena pemerintah tidak tegas terapkan aturan dan tidak adil, bis-bis dari Solok dan pesisir selatan dibiarkan tidak masuk terminal
Jadi kami juga tidak mau masuk terminal lagi.

Bilamana kami ke terminal langganan penumpang kami akan di lahap oleh travel-travel liar tersebut jadi pemerintah juga harus tegas menertibkan travel liar itu agar kita tidak di rugikan bila masuk ke terminal itu.

Tambah Jasman lagi agar penumpang mau naik bis ke terminal ini Dinas Perhubungan juga harus membuat jalur Angkot ke terminal anak air ini.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani yang di temui Jejak Media group Senin (21/4/25) untuk konfirmasi tentang Terminal Anak Air ini sedang tidak berada di kantornya. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *