Padang, (JMG) – Gonjang-ganjing tentang adanya salah seorang Oknum tenaga pendidik di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Padang yang terlibat LGBT diakui Dr. Irmawartini. SPd.MKM selaku Wakil Direktur II. Kepada JMG, Irmawartini yang akrab disapa Bu Wanti menyampaikan beberapa hal.
Diantaranya adalah terkait status oknum Tendik yang terindikasi LGBT (sebut saja namanya Lesdok) yang saat ini tidak lagi diberi kegiatan atau pekerjaan yang berhubungan langsung dengan mahasiswa. Lesdok hanya diberi tugas administrasi yang tak berkaitan langsung dengan para mahasiswa, ujar Wanti.
Ditambahkannya, perilaku Lesdok yang diduga LGBT telah dilaporkan pihak Poltekkes Kemenkes kepada Kemenkes RI. Bahkan Sesditjen juga telah mengetahuinya.
” Kami sudah laporkan dugaan kelakuan Lesdok ke Kemenkes. Bahkan Sesditjen pun telah mengetahuinya. Saat ini kami menunggu balasan surat dari Kemenkes. Kami meminta Lesdok untuk diberhentikan dari statusnya sebagai ASN”, ujarnya.
Kendati demikian, selaku ASN, tidak semudah itu untuk memberhentikan seseorang sebagai ASN. Apalagi hingga saat ini Wanti belum dan tidak menemui aturan ataupun peraturan yang bisa memberhentikan seorang yang terlibat LGBT dari ASN.
” Sampai detik ini saya tak menemukan pasal di aturan ASN yang bisa memberhentikan seseorang terlibat LGBT sebagai ASN. Bahkan ada berita yang menulis pernyataan Menteri Dalam Negeri, kalau ASN yang terlibat LGBT tak bisa diberhentikan. Inilah yang membuat kami hanya bisa menunggu putusan dari Kemenkes”, ujarnya.
Saat ditanya apa saja yang dilaporkan pihak Poltekkes ke Kemenkes, Wanti mengungkapkan semua info dan data yang disampaikan JMG itulah yang telah dilaporkan ke Kemenkes. ” Semua info dan data yang disampaikan kami telah mengetahuinya dan itulah yang kami laporkan ke Kemenkes”, ungkap Wanti yang mengaku baru bertugas tahun 2023 di Poltekkes Padang.
Terakhir Wanti menegaskan bahwa apa yang dilakukan Lesdok sangat bertentangan dengan Norma dan Agama. Hal inilah yang membuat pihak Poltekkes melaporkan Lesdok, pungkasnya.
Sebelumnya disebut-sebut satu oknum tenaga pendidik di Poltekkes Kemenkes Padang terindikasi suka berhubungan badan sejenis atau yang biasa disebut LGBT.
Sebut saja namanya Lesdok (nama pinjaman), lelaki yang suka gonta-ganti pasangan sejenis ini diduga telah banyak berhubungan badan dengan mahasiswa di Poltekkes Padang. Menurut informasi yang diperoleh JMG dari sumber yang layak dipercaya, Lesdok tercatat sebagai ASN di Poltekkes Kemenkes Padang sejak 2012. Sebelumnya Lesdok bekerja di Dinas Kesehatan Dharmasraya.
Pada tahun 2014-2018, Lesdok mendapatkan beasiswa S2 di salah satu Perguruan tinggi di pulau Jawa. Setelah selesai menimba ilmunya, Lesdok kembali ke Poltekkes Padang.
Masih menurut sumber, Lesdok yang suka gonta-ganti pasangan ini sering mengincar para mahasiswa dikampus tersebut. Bahkan Lesdok selalu mencari kesempatan untuk dapat merayu dan menggauli mahasiswa korbannya.
Pada tahun 2023 lalu, Poltekkes Padang ada mengikuti suatu kegiatan di Kalimantan. Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan, juga menjadi korban Lesdok.
Terakhir pada Agustus 2024 lalu, Lesdok kembali melakukan perbuatan homoseknya dengan salah seorang yang diduga mahasiswa Poltekkes Padang, ujar sumber sambil mengirimkan video adegan homoseksual serta poto Lesdok dan pasangannya yang sedang bugil kepada JMG.
Sumber itu juga membeberkan beberapa nama korban Lesdok kepada JMG. Kebanyakan yang menjadi korbannya adalah mahasiswa Poltekkes Padang. (Ism/Joni)












