Padang (JMG) – Kota Padang sebagai pusat pemerintahan Sumbar dan kota wisata butuh fasilitas yang memadai seperti pembangunan infrastruktur jalan daerah dan nasional untuk menjangkau kawasan wisata tersebut. Namun inilah yang jadi kendala pembangunan infrastruktur jalan stagnan atau berjalan di tempat di periode kepemimpinan Gubernur Mahyeldi sejak 2019 hingga 2024.
Salah satunya adalah pembangunan jalan pantai Padang. Pembangunan jalan ini tidak pernah tersentuh anggaran di era periode pertama gubernur Mahyeldi. Pembangunan jalan pantai padang ini sesuai dengan perencanaan awal adalah dari jalan samudera pantai padang sampai di Bandara Internasional Minangkabau.
Maidestal Hari Mahesa tokoh masyarakat kota Padang yang juga Eks anggota DPRD Padang, bertutur ke JMG ( 2/2/25), sangat di sayangkan Proyek infrastruktur ini berjalan hanya sampai 2019 di akhir kepimpinan Gubernur Irwan Prayitno setelah itu berjalan di tempat selama kepemimpinan Mahyeldi. Masyarakat kota Padang patut mempertanyakan hal ini kemana saja Anggaran Belanja Daerah Sumbar di gunakan? Apa hanya habis untuk belanja anggaran yang tidak penting ?, ujarnya.
Dari pantauan JMG, pembangunan jalan ini terhenti di daerah Lolong tepatnya di belakang Hotel Pangeran Beach.
Sebenarnya pembangunan jalan pantai padang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar ini bisa terlihat dari jalan yang sudah siap di sepanjang jalan Samudera Restoran dan Cafe dan warung – warung masyarakat berjejer di sepanjang pantai tersebut.
Tambah Mahesa Setelah pembangunan jalan dua jalur dari simpang Mesjid Al hakim hingga belakang Pangeran Beach Hotel terbukti telah meningkatkan denyut perekonomian masyarakat sekitar . Inilah yang tidak diperhatikan selama ini.
Terpilihnya kembali Mahyeldi sebagai Gubernur Sumatera Barat periode kedua ini apakah akan serius untuk melanjutkan proyek strategis ini atau kembali berjalan di tempat. Sebab rencana alokasi anggaran untuk melanjutkan pembangunan jalan ini beriringan dengan pelantikan Gubernur Sumatera Barat terpilih dan kebijakan pengalokasian dana proyek kental dengan aroma politisnya , ” Tegas Mahesa.
Dia juga menyebut bahwa jika pembangunan jalan tersebut di lanjutkan dalam lima tahun terakhir, setidaknya jalan tersebut sudah bisa mencapai kampus Universitas Bung Hatta dan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan pemasukan daerah kota Padang.
Mahesa menilai Pemprov Sumbar dalam hal ini Dinas Bina Marga Cipta Karya Tata Ruang Sumbar tidak serius dalam proyek pembangunan jalan pantai Padang ini dan terkesan setengah hati terbukti dalam lima tahun ini tidak tersentuh anggaran. Padahal jalan ini sangat vital dan strategis untuk mengurangi kepadatan jalur kendaraan di kota Padang.
Saat JMG konfirmas tentang alokasi dana proyek ini ,apa ada dalam APBD Sumbar tahun 2025 kepada kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Era Sukma sedang tidak berada di kantor ada Dinas luar daerah.(Zul)












