Tanah Datar, (JMG) – Perjalanan Pilkada tanah datar cukup sangat-sangat mendidih dan membakar, bahkan ada yang rela sedemikiannya demi mencapai ambisi keinginan tega menghalalkan apa saja cara terhadap Masyarakat badarai.bahkan memaksakan kehendak nya.demi tercapai nya ambisi yg tak mungkin untuk di paksakan.juga tega meintimidasi warga sampai melakukan ujaran kebenciaan juga.
Mulai dari intimidasi, dan berlanjut ujaran kebencian.itu lah yang dirasakan oleh masyarakat kecil. Perlakuan yang tidak baik.penindasan yang sewena-wena nya.apabila kemauan tidak sejalan.dengan keinginan.alias beda pilihan mereka langsung main pengancaman bahkan menebar syara fitnah dengan ujaran kebencian salah satu terhadap keluarga Nano bOjes (korban).
Saat Nano bOjes mencoba mengkomfirmasi lewat telpon juga washap kepada EriMen Amir yang di duga telah mengubar unsur syara dengan ujaran kebencian terhadap keluarga Nano bOjes menuliskan di Group washap yang telah beredar.mencermarkan nama baik.Nano bOjes dan keluarga.sampai saat sekarang belum ada hak jawab dan penyeleseian nya sama sekali.bahkan nomor hp Nano bOjes di blok.
Tingal 4 hari lagi tepatnya tgl 27 November 2024. Masyarakat badarai Tanah Datar akan menentukan pilihan nya. Semoga saja dengan kejadian ini bisa kita ambil pedoman sebelum menentukan pilihan.untuk Tanah Datar kedepannya. Bak kato orang Minang “kok picak dapek di layangkan kok bulek buliah di golongkan” bawalah segala sesuatu pada Musyawarah.bukan dengan main hakim sendiri seperti dengan intimidasi dan ujaran kebencian tersebut.terhadap Masyarakat ketek.
Kontestasi Pemilukada hari ini sudah seharusnya menjadi wadah pembelajaran Masyarakat dalam berdemokrasi bukan sebagai ajang Mengintimidasi agar memilih kehendaknya sendiri secara memaksa. Saiya memang satu Kampung dengan RA namun saya dan Keluarga lainnya di Rao-Rao punya hak pilih yg di lindungi Konstitusi di Negara berdaulat ini. Kita Masyarakat butuh keadilan.












