Tim Pengabdi dari Departemen Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Alma Ata kembali melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat

Editor : Hari Styn

Gunungkidul ( JMG ) Tim Pengabdi dari Departemen Pendidikan Nonformal (PNF), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Alma Ata kembali melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat yang berlokasi di Padukuhan Plumbungan, Putat,Kamis (25/09/2025). Harry Craft merupakan tempat pelatihan dimana peserta dapat mengkreasikan kearifan lokal yang dimiliki dengan kesenian dan kerajinan seperti Batik kayu, Souvenir, dan Perabotan Rumah tangga. Salah satu kerajinan yang spesial adalah kerajinan topeng dari kayu sengon laut. Melalui kerajinan topeng tersebut tim PKM BIMA dari Departemen Pendidikan Nonformal yakni Dr. Tristanti, M.Pd., Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd., Restu Pangestuti, SST.MKM., Yolanda Donicha Bhamadewi, dan Nukia Lajuba berkolaborasi dengan Universitas Alma Alta dalam melaksanakan pelatihan pembuatan topeng. Sehingga diharapkan warga dapat berdaya dan belajar untuk menemukan peluang dengan kearifan dan potensi yang ada. Khususnya melalui pelatihan membuat topeng yang dapat menjadi sarana melestarikan budaya sekaligus membuka kesempatan usaha kreatif.
Pelatihan diawali dengan sambutan dari ketua PKM yakni ibu Dr Tristanti M.Pd. dan pihak kelurahan setempat. Kemudian memasuki awal pelatihan, warga diperkenalkan mengenai kerajinan topeng oleh bapak Sujiran. Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan merasakan secara langsung bagaimana pembuatan topeng. Diawali dengan membentuk kayu sengon laut dengan mengukir pola-pola yang disesuaikan dengan ukuran topeng. Setelah topeng selesai dibentuk, topeng diamplas dan diwarnai cat putih untuk memberikan kesan dasar rata yang menutup pori-pori permukaan kayu. Setelah cat kering, topeng perlu diamplas kembali tetapi menggunakan amplas halus. Tujuannya agar meratakan cat dan memudahkan proses selanjutnya.
Keseruan dimulai ketika peserta mulai pada tahap pengecatan. Melalui belaian kuas mungil dan warna-warna autentik, peserta bebas untuk berkreasi dan bereksplorasi untuk menghias topeng. Pewarnaan topeng dimulai dari bagian atas terlebih dahulu yang dilanjutkan dengan pengecatan di area wajah. Finishing atau tahap akhir dilakukan dengan memberi detail di bagian mata dan area sekitar rambut untuk memberikan nuansa lebih mendalam terhadap topeng. Untuk menjaga agar warna tidak pudar, topeng kemudian diberi clear (pernis bening atau lapisan bening).
Di akhir pelatihan, peserta melakukan sesi dokumentasi dengan memamerkan hasil karya masing-masing. Sebelum sesi pelatihan di tutup terdapat penguatan terkait program pelatihan oleh bapak Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd. Sehingga harapannya program tersebut memiliki keberlanjutan. Pelatihan pun ditutup dengan harapan tidak hanya berhenti sampai disini.

( HR )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *