Asahan, (JMG) – Sejumlah warga masyarakat meminta aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa kegiatan proyek Palang pintu rel kereta api (PT. KAI) yang terletak di sekitaran emplasemen (Hengelo) PTPN IV Kebun Air Batu Asahan.
Pasalnya proyek yang menggunakan uang negara tersebut, dikerjakan diduga tanpa ada plank (papan kegiatan), hal tersebut dikatakan salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, saat awak media investigasi ke lokasi proyek tersebut, Selasa (07/01/2025) sore.
Warga itu mengatakan, saat mulai proyek Palang Rel KAI itu dikerjakan, mereka tidak melihat adanya plank proyeknya. Padahal, hal tersebut sangat dibutuhkan guna mengetahui secara jelas total pagu dan rincian anggarannya, kerena memang hal tersebut merupakan informasi publik, untuk dapat diketahui masyarakat.
Saat dikonfirmasi awak media di Kantornya, Rabu (08/01/2025) pagi, Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Asahan, Afif Gurning, mengatakan tidak tahu secara pasti soal perusahaan mana yang mengerjakan serta berapa nilai pagu anggaranya. Namun beliau mengatakan, kalau proyek itu sudah selesai dikerjakan, selanjutnya akan diserahkan kepada Dishub Pemkab Asahan”, terangnya.
Sampai berita ini dimuat, tak diketahui secara jelas perusahaan mana yang mengerjakan proyek pembangunan palang Rel KAI tersebut, serta apakah Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara atau Kementerian Perhubungan selaku pengelola anggarannya. Akibat tidak adanya plank proyeknya, diduga ada hal-hal yang ditutup-tutupi dan dan terkesan pihak kurang transparan dalam pengerjaannya.
(thd/tim)












