Editor : De Ola
Bukittinggi, (JMG) – Usai meninjau Posko Erupsi Gunung Marapi, Batu Palano di Kabupaten Agam, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah langsung memantau Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, Senin malam (4/12/2023), sebagai sarana pelayanan medis utama bagi para korban terdampak Erupsi Gunung Marapi.
Sampai di RSAM Bukittinggi, Gubernur Mahyeldi ikut membantu paramedis saat korban erupsi Gunung Marapi yang berpasan datang ke RSAM.
“Terlihat sekali seluruh petugas RSAM bekerja maksimal dalam penanganan pasien korban erupsi,” kata Mahyeldi.
Menurutnya, hari ini ada sembilan orang yang menjalani perawatan di rumah sakit, tiga diantaranya sudah meninggal dunia saat dibawa ke RSAM.
“Barusan ada dua korban lagi masuk, mudah- mudahan mereka bisa terselamatkan,” ungkapnya.
Gubernur Mahyeldi mengatakan, sampai saat ini tim gabungan yang meliputi petugas BPBD, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia, pemerintah nagari, dan pemerintah kecamatan dengan bantuan dari relawan dan warga masih melakukan pencarian para pendaki yang belum turun dari Marapi.
“Karena barusan sudah ada yang turun dua orang, diperkirakan masih ada 24 orang lagi,” ucapnya.
Menurut informasi, delapan korban sudah terlihat, namun dikarena Gunung Marapi masih erupsi, sehingga menghambat proses evakusi korban.
“Sore tadi Gunung Marapi masih erupsi, makanya tim evakuasi sangat hati-hati dalam bertugas, karena yang mereka tempuh adalah butiran debu panas,” jelasnya.
Gubernur Mahyeldi mengajak masyarakat untuk tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan para korban erupsi Gunung Marapi dan keselamatan bagi tim evakuasi dalam menjalankan tugasnya.
“InsyaAllah tim kita diberikan kesehatan dn kekuatan, agar pencarian korban erupsi seluruhnya bisa ditemukan,” harapnya.
Kepada korban yang meninggal dunia, Gubernur mendoakan, agar semua pahalanya diterima disisi Allah SWT dan dihapuskan semua dosa dosanya.
Selanjutnya, Gubernur Mahyeldi berpesan kepada masyarakat disekitar kawasan Gunung Marapi untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan aktivitas sehari-hari, mengingat erupsi masih terus terjadi hingga saat ini (Jhony)












