Editor : De Ola
Padang Panjang, (JMG) – Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra telah menghadirkan percepatan pembangunan yang nyata di Kota Padang Panjang. Dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pasangan pemimpin muda dan enerjik ini langsung bergerak cepat menerjemahkan visi besar mereka untuk menjadikan Padang Panjang sebagai “Kota Serambi Mekkah yang Maju, Sejahtera, dan Bermarwah”.
Keseriusan itu tampak sejak 100 hari pertama. Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang langsung mengakselerasi program prioritas yang menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ekonomi kerakyatan, layanan publik, perlindungan sosial, dan reformasi birokrasi menjadi fokus yang ditangani secara sistematis.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemko menunjukkan keberpihakan kuat kepada pekerja rentan. Sebanyak 4.404 pekerja sektor informal kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan melalui pendanaan APBD sebesar Rp403,2 juta. Pelatihan satpam dan bahasa Jepang turut digulirkan untuk memperluas kesempatan kerja, bahkan hingga ke luar negeri.

Birokrasi yang profesional juga menjadi komitmen bersama. Uji coba presensi digital berbasis Face Recognition telah dimulai, sebagai pondasi menuju sistem merit ASN yang lebih objektif dan modern. Pengawasan Inspektorat Daerah diperkuat untuk memastikan seluruh program berjalan akuntabel, termasuk program transportasi gratis bagi pelajar.
Dalam hal keuangan daerah, inovasi dilakukan melalui Gerakan Operasi Taat Pajak (OTP). Sebanyak 50 petugas diterjunkan melakukan uji petik, pendataan, dan penagihan pajak demi mengoptimalkan PAD sebagai modal pembangunan kota.
Di sektor sosial, keberpihakan pemerintah tampak nyata. Bantuan SIATIS senilai Rp279,9 juta disalurkan kepada 128 penerima manfaat, termasuk penyediaan alat bantu bagi disabilitas. Istana Lansia dan Graha Disabilitas di kawasan Islamic Centre menjadi wujud nyata bahwa Padang Panjang adalah kota yang inklusif.
Penataan kawasan Pasar Pusat juga menjadi sorotan positif. Penertiban PKL, pengaturan parkir, serta penerapan jalur satu arah berhasil menciptakan pasars yang lebih rapi dan nyaman. Sistem parkir baru bahkan mampu menampung 960 kendaraan roda dua dan 274 roda empat.
Di sisi ekonomi masyarakat, Pemko tengah menyiapkan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang akan menjadi wadah penguatan ekonomi lokal. Program Tabungan Berkah Serambi Mekkah (BERSAMA) dengan subsidi bunga nol persen bagi UMKM, serta Gerakan Tanam Cabai dan Gelar Pangan Murah, menjadi upaya konkrit menjaga stabilitas inflasi.
Transformasi digital pun bergerak pesat. Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah mencapai 35 persen—tertinggi di Sumatera Barat. Inovasi Padang Panjang Barcode yang terhubung dengan Lapor Warga memperkuat transparansi layanan publik.
Di bidang kesehatan, masyarakat kini semakin terlindungi. Layanan PSC 119 mampu merespons keadaan darurat dalam waktu 5–10 menit. Sementara itu, Jaminan Kesehatan Masyarakat Padang Panjang diperluas hingga mencakup 470 kepala keluarga.
Sebagai Kota Serambi Mekkah, pembangunan berbasis nilai religius tetap menjadi prioritas. Islamic Centre direvitalisasi, program taklim gratis diperluas, dan layanan konsultasi pusaka oleh MUI difasilitasi sebagai bagian dari pembinaan umat.
Dalam menjalin sinergi dengan pemerintah pusat, Hendri Arnis–Allex Saputra menunjukkan kinerja cemerlang. Komunikasi intensif membuahkan dukungan sembilan titik irigasi baru bekerja sama dengan Anggota DPR RI Zigo Rolanda, memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas pertanian.
Tidak hanya pembangunan fisik, kepemimpinan ini juga diuji oleh bencana galodo. Namun dengan sigap, Pemko merespons sejak proses evakuasi, penyiapan pengungsian, hingga pemenuhan kebutuhan dasar. Bantuan tunai Rp1,5 juta diberikan kepada warga terdampak dengan rumah rusak berat.
Pemulihan pascabencana kini memasuki tahap verifikasi kementerian. Bersama Kementerian PUPR dan Anggota DPR RI Andre Rosiade, Pemko mengajukan usulan rehabilitasi besar-besaran untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum dan permukiman warga.
Serangkaian capaian ini turut mengantarkan Padang Panjang meraih berbagai penghargaan, mulai dari IPKD MCP peringkat dua nasional, sembilan kali berturut-turut WTP, Paritrana Award, hingga penghargaan TOP BUMD untuk Perumda Tirta Serambi dan RSUD.
Tak hanya itu, Padang Panjang juga dianugerahi UI Green City Metric, prestasi tertinggi kearsipan Sumatera Barat, serta sederet penghargaan keluarga, pendidikan, dan kepemudaan tingkat nasional dan provinsi.
Wali Kota Hendri Arnis sendiri mendapatkan penghargaan nasional sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia dan PENAIS Award 2025, menegaskan komitmennya dalam penguatan nilai-nilai keagamaan.
Dengan kinerja solid, sinergi lintas sektor yang kuat, serta keberhasilan mengelola tantangan dan krisis, kepemimpinan Hendri Arnis–Allex Saputra telah menjadi pondasi penting bagi percepatan pembangunan Padang Panjang. Tahun pertama ini memberi keyakinan bahwa kota ini tengah bergerak menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan bermarwah.(Tyan)












