Edi Hasibuan ; Saatnya Warga Bersatu Menyongsong Tanjungbalai Maju Dibawah Pemimpin Baru

Tanjungbalai, (JMG) – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) atau Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai 2024 telah berlalu. Pemilu Kada, Pilkada yang diikuti tiga Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai 27 Nopember 2024 lalu, berjalan kondusif, lancar dan sukses.
Warga masyarakat Kota Tanjungbalai yang tersebar di 167 Lingkungan, 31 Kelurahan yang terdiri dari 6 Kecamatan menggunakan hak pilihnya secara langsung, umum, bebas dan rahasia.

Untuk Kota Tanjungbalai sendiri sudah 5 kali masyarakat memilih Kepala Daerah, Walikota secara langsung sejak pemilu kada, Pilwako tahun 2005, namun bila dilihat, dinilai serta mendengar pendapat serta pandangan dari berbagai tokoh dan kalangan selaku pemerhati sosial yang peduli akan kemajuan serta kesejahteraan pembangunan serta kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Tanjungbalai yang 44 persen bermata pencaharian sebagai pedagang atau bergerak pada usaha perdagangan (tersier), dari periode ke periode kepemimpin sebelumnya di Kota Tanjungbalai, tidak membawa perobahan secara signifikan.

Padahal bila ditinjau dari letak tofografi dan geografi Kota kerang tersebut, yang juga mempunyai akses perhubungan laut (alur laut selat Melaka) ke kota – kota daerah domestik dalam negeri dan juga luar negeri Malaysia, Singapura dan lain-lain, sudah sepantasnya kota Tanjungbalai ini menjadi kota yang Kaya dan Berjaya setelah Medan Ibukota Provinsi Sumatera Utara. Apalagi secara historis, kota dengan usia yang tergolong tua ini, yang berdiri sejak 404 tahun lalu sebelum adanya republik indonesia atau NKRI, Kota Tanjungbalai pernah menjadi sebuah negara kecil berbentuk Kesultanan.

Pada masa tahun 1918-an pedagang dari luar negeri seperti Malaysia dan lain-lain serta pedagang dalam negeri khususnya sekitar pantai Sumatera dan pulau jawa, melalui alur Sungai Asahan dengan mengendarai kapal-kapal laut telah mengembang usaha dagangnya di Kota Tanjungbalai. Dimasa itu, pelabuhan laut yang jadi kebanggaan warga Kota terletak di sekitaran tangkahan Kodim jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti.

Bila dilihat dari aspek letak geografis yang cukup strategis serta cukup kaya dengan historisnya dan Kota yang pernah menyandang terpadat penduduknya di Indonesia bahkan Asia Tenggara ini, tidak layak pembangunan Kota Tanjungbalai tidak maju apa lagi sampai mengalami kemunduran.

Ditemui sejumlah awak media di Kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Jum’at (03/01/2025) petang, Edi Hasibuan tokoh pemuda, Pembina VICTIM 61 dan juga Ketua Umum Teras Kawula Muda Indonesia TER-KAM Indonesia, angkat bicara soal nasib serta arah pembangunan Kota Tanjungbalai untuk masa kedepan.

Edi Hasibuan yang akrab dipanggil Ulam Raja ini menuturkan, Pilkada 27 Nopember 2024 serta peringatan Hari Jadi Kota Tanjungbalai ke 404 yang diselenggarakan tanggal 27 – 29 Desember 2024 baru lalu, haruslah dijadikan momentum serta start awal bagi segenap seluruh warga masyarakat Kota Tanjungbalai untuk kembali berbenah diri bersama-sama menata dan ikut berpran aktif dalam mendukung Pemerintah Kota (Pemko) dalam mewujudkan kemajuan Kota Tanjungbalai, yang nantinya dibawah duet kepemimpinan Walikota Mahyaruddin Salim dan Wakil Walikota M. Fadli Abdina.

Bak kata, Balayar satujuan, Batambat satangkahan, sudah saatnya rasa Soliditas dan solidaritas antar sesama warga Kota, dipupuk dan dibina sebagai modal dalam berjuang guna menciptakan kemajuan pembangunan serta kesejahteraan bagi masyarakat Tanjungbalai, Kota yang bermartabat untuk masa kedepan.

Yang lalu biarlah berlalu, walaupun sebenarnya di penghujung kepemimpinan sekarang ini banyak menyisakan berbagai persoalan dan kalaupun ada persoalan-persoalan hukum yang dihadapi pihak selaku pemangku jabatan pelaksana pemerintahan kota ini, biarlah hukum yang berbicara. Sekarang ini dan setelah adanya kepemimpinan baru Kota Tanjungbalai periode 2025-2030, mari kita selaku kawula muda muda indonesia khususnya, Putera kota ini bersatu padu, mendukung pemerintah dalam usaha mensukseskan pembangunan kota Tanjungbalai yang dipimpin Bang Mahyaruddin Salim. Namun, VICTIM dan juga TERKAM bisa menjadi kritikus bahkan oposisi bila kepemimpinan Tanjungbalai nantinya sudah tidak lagi amanah, atau gagal dalam menjalan tugasnya serta kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak lagi sesuai dengan visi dan misinya, dengan kata lain kebijakan yang dibuat mereka tidak lagi pro rakyat”, sebut Edi tegas.

“VICTIM ini diawal berdirinya, tempat berhimpun sejumlah mantan kepala-kepala lingkungan dari enam kecamatan di Kota Tanjungbalai, jadi berbekal sedikit pengalaman dimasyarakat, VICTIM berpendapat, salah satu yang prioritas kami usulkan kepada Pemko diawal kepemimpinan Bang Mahyaruddin Salim adalah aspek perdagangan, khususnya pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu contoh, pasar tradisional yang sudah lama terbelengkalai, seperti pasar Arkako, Sirantau , Selat Lancang dan lain-lain harus dibuka kembali, kerena pasar tradisional itu adalah sentra pengembangan perekonomian rakyat kecil, sekaligus pasar tradisional bisa dijadikan sarana pembelajaran bagi kawula muda untuk berkereasi menciptakan usaha kerajinan rumah tangga (home industri), dan pasar tradisional itulah tempat pemasarannya”, harap Edi Victim.

“Akses jalan ke Teluk Nibung, juga diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemko, jalan lingkar utara dari Teluk Nibung menuju terminal batu tujuh, harus secepatnya dibuka dan juga endapan pasir (sendimentasi) yang menyebabkan pendangkalan sungai Asahan yang selama ini menjadi penghambat lancarnya japal-kapal dari luar masuk menuju Pelabuhan Internasional Teluk Nibung segera dinormalisasi, agar kapal-kapal penumpang dan kargo yang datang dari luar bisa leluasa lancar berlabuh di dermaga, mengingat kawasan Pelabuhan Teluk Nibung adalah pintu utama perdagangan domestik dan internasional sekaligus merupakan sentra utama perekonomian Kota Tanjungbalai”, ungkap Edi lagi.

“Wacana pembentukan Provinsi Sumatera Timur yang memposisikan Tanjungbalai sebagai Calon Ibukotanya, itu suatu kebanggaan bagi warga Kota Tanjungbalai dan juga marwah bagi kita, namun itu juga bisa menjadi beban moral, bila Tanjungbalai ini tidak dibenahi dari sekarang, artinya Tanjungbalai ini harus bisa lebih maju dari kota-kota yang ada di kawasan pantai timur Sumatera Utara ini, seperti Kisaran, Rantau Prapat, dan lain-lain. Jadi, untuk kearah itu, sejalan dengan wacana pembentukan Provinsi Sumtim, ya kita harus fokus mendukung Pemko ini, dalam mewujudkan Tanjungbalai menjadi kota maju dan moderen”, tandas Edi Ulam Raja mengakhiri.
(thd/tim)

Penulis: Tajuddin HardaEditor: De Ola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *