Editor : De Ola
Kisaran, (JMG) – Kasus dugaan bullying Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Asahan, Kecamatan Simpang Empat, telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Pihak madrasah telah melakukan pembinaan dan kedua belah pihak telah melakukan perdamaian serta saling memaafkan. Demikian dijelaskan Erma Suryana S.Pd. Kepala MIN 1 kepada JMG, pada Senin (26/06/2023), terkait adanya sejumlah tudingan miring persoalan perkara tersebut.
“Peristiwa itu terjadi beberapa waktu lalu, dan saat ini antara korban A dan N terduga pelaku sudah kembali berteman seperti biasanya dan sangat akrab seperti bersaudara dan mereka sama-sama naik ke Kelas V, bahkan sangat akrab seperti ‘lepat dan daun, kemanapun selalu bersama”, ungkap Erma.
Erma Suryana mengatakan, saat peristiwa buyyling itu terjadi ia sedang berada di Medan mengikuti pelatihan di Balai Diklat Kemenag RI. “Sebenarnya para guru telah menyelesaikan peristiwa ini, dan setelah saya pulang, pembinaan terhadap kedua siswa dilakukan lebih intensip lagi. Orang tua dari kedua siswa telah kami panggil, lalu dilakukan musyawarah secara kekeluargaan dan masing-masing pihak menandatangani surat perdamaian tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun, dan peristiwa itu telah selesai”,ujarnya.
Masih dikatakannya, sebagai Kepala Madrasah, dirinya bertanggung jawab serta berkewajiban guna meluruskan informasi yang simpang siur, bahkan menuding pihaknya tidak profesional dalam menanggapi persoalan disekolahnya.
“Kenapa ini harus saya luruskan, agar masyarakat mengetahui secara jelas dan tidak terpengaruh pada informasi – informasi yang simpang siur, bahkan terkesan memojokkan pihak madrasah, padahal pada kenyataannya, permasalahan itu telah diselesaikan dengan baik dan secara kekeluargaan”, terangnya.
(Thd)












