Editor : Hari Styn
Tanah Datar ( JMG ) Ribuan pasang mata terpaku ke panggung utama Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu malam (1/11), ketika penyanyi muda asal Rambatan, Diva Aurel, naik ke atas panggung. Dengan suara khas dan energi membara, ia langsung membius penonton lewat lagu andalannya “Tabola Bale”.
Sorak-sorai dan tepuk tangan menggema memenuhi udara malam. Penampilan Diva bukan sekadar hiburan — tapi bukti bahwa talenta muda Tanah Datar mampu bersaing di panggung besar. “Luar biasa! Suaranya kuat dan ekspresinya natural. Penonton sampai ikut bernyanyi,” ujar salah seorang penonton, Lina, warga Batusangkar yang hadir sejak sore.
Aksi panggung Diva Aurel menjadi puncak dari gelaran “Sabudaya: Satu Ranah Budaya”, yang diinisiasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat. Sejak pukul 15.00 WIB, lapangan RTH Cindua Mato sudah dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Kegiatan ini menampilkan ragam pertunjukan seni khas Minangkabau mulai dari tari tradisional, musik etnik, silek, permainan rakyat, hingga penampilan grup Talempong Jaguank yang juga sukses menghibur massa.
Selain menjadi pesta budaya, acara ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi para seniman dan pelaku budaya Tanah Datar. Semua bisa menikmati pertunjukan secara gratis bentuk nyata apresiasi terhadap kekayaan dan pelestarian seni tradisi Minangkabau.
Dengan penampilannya yang energik dan penuh pesona, Diva Aurel membuktikan dirinya bukan sekadar bintang panggung, tapi juga simbol kebanggaan generasi muda Tanah Datar. Malam itu, Cindua Mato bergemuruh — bukan hanya oleh musik, tapi oleh semangat budaya yang hidup kembali di tangan anak nagari sendiri.
( RN )












