Dispar Kulonprogo Bentuk Tim Khusus Awasi UJP Yang Nakal Selama Libur Lebaran

Kulonprogo ( JMG ) – Selama liburan Idul Fitri Tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo membentuk tim khusus untuk mengawasi objek wisata selama libur Lebaran 2024.

Diantaranya memastikan agar pelaku wisata tidak memberlakukan tarif yang diluar kewajaran (nuthuk) ke pengunjung/wisatawan.

Tim khusus ini di kendalikan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo. Mereka mulai bertugas mulai H+3 Idul Fitri dengan menyasar seluruh objek wisata yang dikelola pemerintah dan swasta di Kulon Progo.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kulon Progo saat di konfirmasi awak media menjelaskan, Saryanto mengatakan tim ini punya dua tugas utama. Pertama, menghitung jumlah kunjungan wisata selama libur Lebaran. Tugas kedua, memantau ada tidaknya pelaku usaha jasa pariwisata (UJP) yang memberlakukan tarif yang melebihi ketentuan, atau biasa disebut nuthuk.

“Monitoring ini dalam rangka memantau jumlah kunjungan wisatawan, termasuk soal tarif harga agar tidak nuthuk,” ujarnya, Selasa (02/04/2024).

Ia mengatakan pelaku UJP yang kedapatan melakukan praktik ‘nuthuk’ bakal dijatuhi sanksi bertahap. Sanksi awal berupa teguran, apabila tidak diindahkan akan dilanjutkan dengan proses penindakan

“Untuk prosedur pertama kita tegur, ini sudah merupakan sanksi. Misal teguran tidak diindahkan, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait apakah perlu ada tindakan lebih. Cuma saya kira kalau pelaku UMKM lebih mudah untuk diajak kerja sama,” katanya.

Dispar Kulon Progo juga mengumpulkan seluruh pelaku wisata untuk diberikan pembinaan agar menghindari praktik nuthuk.

“Kami sudah menyampaikan kepada pelaku pariwisata atau pengelola destinasi baik yang dikelola masyarakat maupun pemerintah dan usaha jasa pariwisata di wilayah Kulon Progo untuk memberikan pelayanan secara lebih baik kepada pengunjung serta memberikan harga-harga yang wajar,” tuturnya.

Ia berharap langkah ini bisa membuat wisatawan lebih betah di Kulon Progo tanpa khawatir dengan isu tarif nuthuk.

“Sampai saat ini bisa dikatakan kita masih aman (tidak ada kasus tarif nuthuk),” pungkasnya.( Pay )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *