Jambi, (JMG) – Kamis 30/01/2025, Agus Mulyanto bin kusmin seorang petani karet (44 tahun) warga desa bukit peranginan, kecamatan mandiangin,kabupaten sarolangun, ia menceritakan kepada tim awak media Jejak media group (JMG), atas kejadian yang di alami nya selama bertahun-tahun, di ketahui awal kejadian dari tahun 2023, yang mana lahan perkebunan karet milik nya terletak di Rt.11 desa durian luncuk, kecamatan batin XXlV, kabupaten batang hari, terendam air dengan kedalaman lebih kurang 10 meter.
Dengan terjadi nya hal tersebut, diduga di sebab kan oleh tanah dari galian aktivitas tambang batu bara dari PT sarwa Sembada karya bumi(SSKB), dan PT mesa arthama sukses (MAS), dengan menutupi aliran air sungai ruap dan menyebabkan meluap nya sungai ruap di lahan kurang lebih seluas 6 hektar, dan mengakibatkan pohon karet milik nya mati, sehingga menimbulkan kerugian kurang lebih sebesar lima belas milyar rupiah (Rp15.000.000.000).
Agus Mulyanto menjelaskan ke awak media dengan kejadian tersebut, saya melaporkan ke polres batang hari, di ruangan tim unit tipidter satreskrim polres batang hari, dan saya mengharapkan dengan pihak-pihak terkait, dari dinas lingkungan hidup provinsi jambi (DLH ), Ombudsman, dan dari aparat penegak hukum (APH) untuk segera membantu permasalahan saya ini, agar saya mendapat kan keadilan dan hak saya, atas pengrusakan lahan perkebunan saya, diduga dengan tindak pidana umum yang di lakukan oleh PT-PT tersebut, dan dengan undang-undang yang berlaku pasal 406 KUHP. Sampai berita ini di terbit kan berharap segera pihak terlapor segera di proses. Tutup nya. Sabtu 22/02/2025.
(Tim JMG).












