Belly Rudiyanto : Soal Dualisme Kepemimpinan, Itu Hanya Sebuah Dinamika Dan Biasa Terjadi di Dalam Asosiasi

Editor : Mas pay

Sleman ( JMG ) – DPC Askonas Kabupaten Sleman telah menetapkan Wahyu Santoso sebagai ketua dalam Musyawarah cabang luar biasa (Muscablub ) DPC Askonas Sleman pagi tadi, Selasa (01/08/2023).

Acara yang juga dihadiri ketua DPD Askonas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),Belly Rudiyanto SH,MH tersebut dikemas secara sederhana.

Kepada awak media Belly mengatakan, mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi untuk semua anggota Askonas, khususnya DPC Sleman yang sudah hadir dalam acara muscablub tersebut.

“Saya selaku ketua DPD Askonas DIY mengucapkan Terimakasih untuk teman-teman semua, Alhamdulillah acara yang digelar secara spontanitas dan sederhana ini bisa dihadiri teman – teman. Dan saya apresiasi sekali teman – teman yang ada dijajaran DPC Askonas Sleman,”ucapnya, Rabu ( 2/8/2023).

Lebih lanjut Belly menuturkan, terkait pengunduran diri dr Miga beberapa waktu yang lalu pada dasarnya Ia menghargai keputusan yang sudah diambil eks ketua DPC Askonas Sleman itu.

“Saya sampaikan, kami dari DPD dengan adanya muscablub kita menghargai dan menghormati keputusan beliau, namun roda Asosiasi ini harus terus kita jalankan. Semoga ini menjadi suatu awal dari pergerakan yang menjadi lebih baik,”tuturnya.

“Siapapun nanti penggantinya ,semoga bisa amanah. Kami tegaskan,kita selalu update kapasitas. Saya harap rekan – rekan tetap konsisten kalau masih ingin hidup didunia konstruksi,”lanjutnya.

Disinggung soal adanya dualisme kepengurusan di DPP Askonas, Belly menegaskan hal tersebut merupakan persoalan di DPP.

“Kalau terkait masalah dualisme kepemimpinan tersebut sebenarnya itu kan persoalan dari DPP Askonas. Analogi sederhananya seperti kasusnya kalau partai ya Demokrat antara AHY dengan Moeldoko. jadi disini ada pembanding,” paparnya.

Belly menjelaskan hal tersebut adalah dinamika organisasi di DPP. Seperti diketahui saat ini Askonas sedang memasuki era reakreditasi dan untuk mempertahankannya pasti ada sebuah kebijakan.

“Jadi itu dinamika organisasi di DPP. Ini kan kita akan memasuki era reakreditasi, jadi untuk mempertahankan reakreditasi tadi kan tentunya ada kebijakan. Sementara kebijakan itu pasti ada pro dan kontra, jadi
menurut saya kembali lagi ke AD/ART. Kalau sudah pengurus mempunyai keputusan dan itu adalah nstruksi,kami tentunya harus taat dan patuh,”tandasnya.

Senada dengan Ketua DPD, sekretaris umum DPD Askonas DIY, Jugil Adiningrat terkait permasalahan dualisme kepemimpinan menambahkan, masalah dualisme kepemimpinan tersebut pada dasarnya merupakan sebuah dinamika dalam asosiasi saja.

“Masalah dualisme kepemimpinan ini pada dasarnya adalah sebuah dinamika saja ketika misal ini menang – menangan, kita kan lagi ber proses di PTUN. Tapi diasosiasi ini output yang paling jelas adalah bagaimanakah sebuah perijinan ini bisa lahir dari legitimasi asosiasi. Jadi sebenarnya kami diinternal tidak ada masalah,”imbuhnya.

Menurutnya karena dinamika itu tidak menghambat kepentingan – kepentingan anggota yang ada.

“Pada dasarnya ini tidak berpengaruh sama sekali buat kita sebagai pelaku jasa konstruksi yang ada dalam suatu gerbong asosiasi nasional. Biasalah riak – riak kontradiktif itu harus ada. Askonas tetap solid dan kompak,satu garis,satu misi,satu ideologi, bagaimana bisa mengupgrade kapasitas anggota untuk menjadi penentu penggerak jasa konstruksi nasional,” ungkapnya.

Seperti diketahui saat ini gugatan masih berlanjut terkait permasalahan dualisme kepemimpinan di DPP Askonas. Menurut Jugil, DIY menjadi sebuah sumber energi pergerakan nasional terkait Askonas.

“kami haram hukumnya tidak solid di internal Askonas di DIY, karena kita akan selalu memberikan energi – energi besar yang akan menjadi bola es ditingkat nasional,”tegasnya.( Hari S )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *