Bantuan Kambing di Sungai Buluh Barat Banyak Mati, Ada Apa??

Editor : De Ola

Padang Pariaman, (JMG) – Bantuan 80 ekor kambing untuk Program ketahan pangan masyarakat yang diberikan kepada tujuh kelompok penerima manfaat di Nagari Sungai Buluh Barat Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman diduga tidak sesuai spesifikasi.

Menurut keterangan salah seorang warga penerima manfaat, bantuan ternak kambing di Korong Kali Aia itu ukuran ternak kambing yang diserahkan sangat kecil. Usianya belum cukup dewasa, rentan terhadap penyakit dan kurus lagi,” ujarnya kepada JMG,” Jumat (8/9/2023).

Bantuan ternak kambing untuk mendukung Program ketahan pangan Masyarakat Nagari Sungai Buluh barat yang bersumber dari Anggaran dana desa(ADD) tahun 2022 sekitar 20 persen dari Anggaran tahunan , terbuang sia-sia karena kambingnya banyak yang mati.

Merasa geram dengan banyaknya ternak kambing bantuan yang mati, salah seorang tokoh masyarakat Nagari Sungai Buluh Barat yang minta namanya dirahasiakan mengatakan,” Mekanisme program bantuan ternak kambing disini dinilai tidak transparan. Saya mengetahui harga per ekor kambing dari atas berkisar Rp. 1.200.000,-. Sedangkan biaya yang turun kebawah hanya Rp. 500.000. Mau tidak mau tentu sipembeli kambing ingin punya untung pula, itulah salah satu kendala kambing bantuan disini kecil- kecil dan kurus ujarnya.

Setelah disorot media JMG pada 6/9/2023 lalu dengan judul,”BANTUAN KAMBING Di SUNGAI BULUH BARAT BANYAK YANG MATI saya merasa bersyukur masih ada awak media yang peduli dengan pengelolaan keuangan negara dalam program Ketapang. Saya merasa Geram dengar khabar kambing bantuan banyak yang mati, TIDAK SEMUDAH ITU BILANG MATI , mana bukti pendukung dari dinas terkait bahwa kambingnya mati karena sakit. Atau dijadikan duit karena minimnya pengawasan.

Masih keterangan nara sumber, saya pernah dimintai copy KTP untuk kelengkapan surat berita acara sebagai saksi atas matinya kambing bantuan disini, tapi saya tidak mau. Saya berharap program bantuan ternak kambing di Nagari Sungai Buluh Barat Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman ini untuk dapat ditinjau ulang , dan Pihak Inspektorat saya minta jangan sekedar turun aja. Lakukan sesuatu supaya penggunaan keuangan Negara ini tepat sasaran, katanya.

Sementara itu Wali Nagari Sungai Buluh Barat Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, Yonedi, S.Pd saat dikonfirmasi menjelaskan, Program mendadak dari Pusat ini harus segera dilaksanakan walaupun tanpa petunjuk. Kalau tidak dilaksanakan, dana dipotong dan dialihkan ke pada yang lain katanya. Alhamdulillah pada bulan September tahun 2022 Pemerintah Nagari Sungai Buluh Barat telah melaksanakan program ketahanan pangan sekaligus telah menyerahkan bantuan delapan puluh ekor kambing (80) untuk tujuh(7) Kelompok di Tujuh Korong yang ada disini, ujarnya.

Ketika JMG menanyakan penyebab banyaknya kambing yang mati, dijawab Yonedi waktu kita serahterimakan sehat semua pak , sesampainya ditangan warga kelompok, seperti yang terjadi di dua kelompok di Korong Kali Aia, hanya tersisa satu yang tinggal dari 20 ekor kambing yang kita serahkan. Apa penyebabnya, saya juga tidak tahu , bisa-bisa sakit, dampak banjir dan sebagainya yang jelas bantuan ternak kambing telah sukses kita serahterimakan, kata Yonedi, SPd di ruang kerjanya. (Herigusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *