Bapanas: Saatnya Indonesia Menggenjot Produksi Pangan dalam Negeri

Editor : Mas Pay 

Gunungkidul ( JMG ) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyatakan sudah saatnya Indonesia menggenjot produksi pangan dalam negeri.

Hal itu berkaca pada pelemahan nominal kurs rupiah terhadap dollar, sehingga ia mendorong adanya peningkatan produksi pangan pokok strategis yang bersumber dari dalam negeri.

“Apalagi kurs dollar saat ini sedang tinggi, antara Rp 16.300 sampai Rp 16.400 per dollar. Lalu impact-nya apa terhadap pangan nasional? saya mau sampaikan, ini waktunya kita produksi dalam negeri,” ungkap .. saat Gerakan Tanam Jagung di Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul pada, Senin (1/7/2024).

Untuk itu prioritas utama pemerintah adalah mengutamakan produksi dalam negeri, sehingga pemerintah dalam hal ini tidak ingin menggantungkan ketahanan pangan dalam negeri bergantung dari import.

“Kita (pemerintah pusat) akan sangat bergantung kepada produksi dalam negeri, jadi jangan ketahanan pangan Indonesia itu didasarkan pada import,” katanya.

Terlebih komoditas jagung, menurutnya saat ini sudah sangat menjanjikan. Terlebih keran import jagung telah dihentikan sejak Maret, harapannya kebutuhan pakan bagi peternak, khususnya peternak mandiri, dapat dipenuhi dari hasil panen petani lokal. Sehingga harga jagung di tingkat petani tetap terjaga.

Dalam kunjungannya bersama Kementerian Pertanian, pemerintah pusat juga memberikan bantuan alsintan senilai Rp 4,8 miliar, benih jagung senilai Rp 7,8 miliar dan benih padi senilai Rp 612 juta. ( Hari S )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *