Wawako Padang Bakal Panggil Kasatpol PP Terkait Hotel PM

Editor : De Ola

PADANG, (JMG) – Buntut pemberitaan JMG terkait dugaan praktek prostitusi di Hotel PM membuat H. Ekos Albar, SE, MM Wakil Walikota Padang terkejut. Dia berterima kasih atas info yang diberikan kepadanya.

” Terima kasih infonya. Saya baru tahu kalau ada penginapan dan hotel yang dijadikan sebagai tempat praktek maksiat di Kota Padang ini”, ujarnya.

Wawako juga mengatakan bahwa dirinya akan memanggil Raju M selaku Kasatpol PP Padang terkait Hotel PM tersebut Senin besok. Sebagai Wakil Kepala Daerah tentu saya harus merespon setiap informasi ditengah masyarakat. Nanti saya akan lakukan investigasi tentang ini. Memang info dari JMG telah lakukan investigasi tentang ini. Tapi saya juga akan cek langsung”, katanya.

Dia juga menambahkan bahwa bila terbukti Hotel PM menyalahi aturan dan dijadikan tempat maksiat dengan membiarkan terjadinya transaksi seks, maka izinnya bisa saja dicabut”, tambahnya.

Sebelumnya, JMG telah memberitakan sejumlah tempat penginapan dan hotel di Kota Padang diduga menjadi tempat terselubung wanita malam Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk mencari uang. Para PSK bahkan menjadikan hotel atau penginapan tersebut sebagai rumah tempat tinggal mereka dan sekaligus diduga sebagai lokasi praktek maksiat.

Modus yang dilakukan para PSK itu adalah dengan cara menyewa hotel itu perhari bahkan ada yg perbulan. Mereka menjadikan kamar itu sebagai tempat untuk menerima lelaki hidung belang. Para lelaki yang kehausan seks dapat langsung memesan kamar dan PSK ataupun melalui aplikasi Michat.

Salah satu hotel atau penginapan yang diduga menjadi tempat mangkalnya PSK menjajakan jasa di Kota Padang adalah Hotel PM yang terletak di Jalan Dobi Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumbar.

Hotel PM ini diduga menjadi sarangnya wanita malam pemuas nafsu hidung belang. Hal itu berdasarkan hasil investigasi JMG kehotel PM selama beberapa hari. Terdapat banyak wanita muda mangkal di hotel tersebut.

Tak hanya itu, tim JMG juga mencoba melakukan pelacakan diaplikasi Michat. Saat aplikasi itu dibuka disekitar Hotel PM, JMG mencoba chat dengan salah seorang wanita yang ada diaplikasi tersebut.

Alhasil, wanita yang mengaku bernama Icha, menawarkan dirinya. Setelah melakukan negosiasi harga, Icha meminta JMG untuk datang langsung kesalah satu kamar di Hotel PM.

Disaat JMG sampai disalah satu kamar Hotel PM, Icha sudah berada didalam kamar dengan langsung mengajak JMG untuk berhubungan seks.

JMG menolak tawaran tersebut dan meninggalkan Icha. Sebab apa yang dilakukan JMG hanya untuk investigasi sebuah pemberitaan saja.

Tak hanya itu, JMG juga melihat beberapa cewek berusia 17 tahunan mondar-mandir didalam kawasan hotel itu. Anehnya, kegiatan di Hotel PM yang diduga dibekingi oknum aparat itu tak tersentuh oleh satpol PP Padang dan APH.

Kasatpol PP Padang Raju M hingga saat ini belum memberikan tanggapannya terkait dugaan Hotel PM dijadikan tempat prostitusi. Dia hanya diam seribu bahasa. Begitu juga dengan Rio Ebu Pratama , S.IP, MM selaku Kabid P3D juga tak memberikan jawaban saat dikonfirmasi JMG melalui pesan WhatsApp.

Begitu juga dengan apa yang dilakukan Budi selaku Manager Hotel PM. Saat JMG mencoba mengkonfirmasikan terkait masalah tersebut kepadanya melalui pesan WhatsApp dan menelpon langsung, tapi tidak mendapatkan jawaban juga. Budi hanya membaca konfirmasi JMG melalui pesan WhatsApp.

Anehnya, pasca berita JMG terkait Hotel PM tayang, beberapa pihak mencoba menghubungi JMG dengan maksud agar pemberitaan terkait Hotel PM tidak dilanjutkan. Ada apakah gerangan ?

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *