Editor : Jean
Padang – (JMG) Perburuan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026 semakin sengit. Cabang olahraga biliar Kabupaten Tanah Datar datang bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi, tetapi membawa misi besar merebut medali emas dan mengharumkan nama Luhak Nan Tuo di panggung olahraga Sumatera Barat.
Sebanyak 11 atlet, terdiri dari dua atlet putri dan sembilan atlet putra, diturunkan memperkuat kontingen Tanah Datar pada cabang olahraga biliar yang berlangsung di Labewa Tabing, Kota Padang, 6–12 Oktober 2026.
Memasuki Kamis, 8 Oktober 2026, tensi pertandingan semakin tinggi. Para atlet Tanah Datar harus berhadapan dengan pebiliar terbaik dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Setiap pukulan menjadi penentu, sementara kesalahan sekecil apa pun dapat mengubah jalannya pertandingan.
Biliar bukan hanya soal ketepatan memasukkan bola ke dalam lubang. Di balik setiap pukulan terdapat perhitungan, strategi, konsentrasi, kontrol emosi dan keberanian mengambil keputusan dalam tekanan. Karena itu, mental bertanding menjadi salah satu modal utama yang harus dimiliki setiap atlet.
Pada Porprov XVI Sumbar, cabang olahraga biliar mempertandingkan 14 nomor dari tiga divisi. Persaingan pun berlangsung ketat karena setiap nomor membuka peluang bagi para atlet untuk menyumbangkan medali bagi daerah masing-masing.
Tim biliar Tanah Datar diperkuat dua pelatih, Rozi Fitra dan Andes Oktavianda. Keduanya bertanggung jawab memastikan kesiapan teknis maupun mental para atlet sebelum turun menghadapi lawan-lawannya.
Pelatih biliar Tanah Datar, Andes Oktavianda, menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan secara serius untuk menghadapi Porprov XVI. Target medali emas menjadi motivasi utama yang terus ditanamkan kepada seluruh atlet.
Kami sudah mempersiapkan semuanya secara matang untuk meraih emas di cabang biliar ini. Anak-anak juga turun dalam kondisi prima,” ujar Andes.
Menurutnya, target tinggi tersebut harus dibarengi dengan mental bertanding yang kuat. Para atlet diminta tidak mudah terpengaruh tekanan pertandingan, tetap fokus terhadap permainan dan mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi sulit.
Namun, Andes juga mengingatkan bahwa mengejar kemenangan tidak boleh menghilangkan nilai-nilai sportivitas. Baginya, kemenangan yang diraih dengan cara yang baik akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi atlet maupun daerah.
Hanya satu kata buat atlet kita cabang biliar Tanah Datar utamakan sportivitas dan raih juaranya,” tegasnya.
Dukungan terhadap perjuangan para atlet juga diberikan langsung oleh Ketua Cabang Olahraga Biliar Tanah Datar, Refon Fernandes. Kehadiran pimpinan cabor di arena pertandingan menjadi suntikan moral bagi para atlet agar tetap tenang, fokus dan konsisten dalam menghadapi setiap nomor yang dipertandingkan.
Salah satu atlet Tanah Datar, Irsad Maulana, turut menjadi bagian dari perjuangan tersebut. Irsad turun pada nomor 9-Ball Single Putra dan menghadapi atlet Kabupaten Agam, Angga Putra.
Menjelang pertandingan, Irsad menegaskan kesiapan dirinya bersama seluruh rekan satu tim untuk memberikan kemampuan terbaik. Ia menyadari bahwa persaingan di Porprov bukanlah perkara mudah, namun peluang untuk meraih hasil terbaik harus diperjuangkan hingga pertandingan terakhir.
Kami siap memberikan kemampuan terbaik untuk Tanah Datar. Mohon doa dan dukungan masyarakat Tanah Datar agar kami diberikan kesehatan, kelancaran dan bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujar Irsad.
Bagi kontingen biliar Tanah Datar, perjuangan di Labewa Tabing bukan hanya tentang medali. Setiap pertandingan menjadi panggung untuk membuktikan hasil latihan, kedisiplinan dan kerja keras yang telah dilakukan jauh sebelum Porprov dimulai.
Kini, target emas berada di depan mata. Sebelas atlet Tanah Datar dituntut mampu menjaga konsentrasi ketika tekanan pertandingan mencapai puncaknya. Tidak ada ruang untuk lengah, karena satu pukulan dapat menentukan kemenangan maupun kekalahan.
Hingga berita ini diturunkan, perjuangan kontingen biliar Tanah Datar masih terus berlangsung. Perburuan medali masih terbuka lebar dan peluang untuk membawa pulang emas tetap menjadi target yang diperjuangkan.
Dengan dukungan pelatih, pengurus, serta doa masyarakat Tanah Datar, para pebiliar Luhak Nan Tuo diharapkan mampu tampil maksimal hingga pertandingan terakhir.
Target sudah dipasang. Mental sudah dipersiapkan. Kini waktunya membuktikan di atas meja pertandingan—apakah 11 pebiliar Tanah Datar mampu mengubah ambisi emas menjadi prestasi nyata di Porprov XVI Sumbar 2026.(RN)












