Editor : Jean
Tanah Datar – (JMG) Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan kembali menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar, Anton Yondra, turun langsung meninjau kondisi pekerjaan yang dilaksanakan PT Indah Karya, sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas pembangunan dan pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai ketentuan.
Dalam peninjauan tersebut, Anton Yondra tidak hanya melihat proses pekerjaan secara langsung, tetapi juga berkoordinasi dengan jajaran pengawas lapangan. Kehadiran pimpinan DPRD di lokasi dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat benar-benar dikerjakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
Anton Yondra didampingi pengawas lapangan Edo, Jefri dan Rido. Turut hadir Ketua Jorong Koto Gadih, Nagari Tanjung Alam, Doni, yang ikut menyaksikan langsung kondisi pekerjaan di lapangan.
Peninjauan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara nyata perkembangan pekerjaan, kondisi teknis di lokasi serta berbagai hal yang perlu menjadi perhatian selama proses pekerjaan berlangsung.
Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Karena itu, kunjungan langsung ke lapangan menjadi penting agar persoalan pembangunan tidak hanya dilihat dari laporan administratif, tetapi juga berdasarkan kondisi faktual di lokasi.
Anton Yondra menegaskan, pengawasan lapangan harus dilakukan secara serius agar pekerjaan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Setiap pekerjaan pembangunan, menurutnya, harus memperhatikan kualitas, ketepatan pelaksanaan serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Kehadiran Ketua Jorong Koto Gadih dalam peninjauan tersebut juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan unsur masyarakat setempat dalam mengawal pembangunan. Pemerintah, pelaksana pekerjaan, pengawas dan masyarakat diharapkan memiliki kepedulian yang sama terhadap hasil pembangunan.
Pengawasan seperti ini sekaligus menjadi bentuk kontrol publik agar pelaksanaan pekerjaan tidak berhenti pada aspek seremonial maupun laporan di atas kertas. Kondisi riil di lapangan harus menjadi tolok ukur utama dalam menilai apakah sebuah pekerjaan telah berjalan sebagaimana mestinya.
Dengan turun langsung ke lokasi, Anton Yondra menunjukkan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya berlangsung di ruang rapat. Pengawasan harus menyentuh lapangan, melihat kondisi sebenarnya, dan memastikan setiap pembangunan memberikan hasil yang layak serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong PT Indah Karya bersama jajaran pengawas lapangan untuk terus menjaga kualitas pekerjaan hingga seluruh tahapan pembangunan selesai dilaksanakan.
Dengan pengawasan yang ketat dan keterlibatan semua pihak, pembangunan diharapkan tidak sekadar selesai secara administrasi, tetapi benar-benar menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tanah Datar. (RN)












