Editor : Hari Styn
Gunungkidul ( JMG ) Masa depan ada di tangan kalian.” Kalimat itu menjadi pesan utama yang disampaikan Panewu Anom Kapanewon Girisubo, Hari Susanto, S.T., M.Eng., saat memimpin Upacara Bendera di SMP Negeri 2 Girisubo, Senin (20/7/2026). Di hadapan ratusan siswa, ia mengajak pelajar berani berkata tidak terhadap tawuran, narkoba, minuman keras, dan segala bentuk kekerasan demi menjaga masa depan mereka sekaligus mewujudkan amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hari Susanto bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan Amanat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Upacara Bendera dan Deklarasi Bersama Warga Sekolah. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik.
Berdasarkan surat Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, para Panewu atau Panewu Anom ditugaskan menjadi pembina upacara di SMP sesuai wilayah masing-masing. SMP Negeri 2 Girisubo menjadi lokasi penugasan Kapanewon Girisubo sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mencegah kenakalan remaja sejak dini.
Dalam amanat Gubernur DIY yang dibacakannya, Hari Susanto menegaskan bahwa persoalan kenakalan remaja bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat. Semua pihak memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar terhindar dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perundungan, hingga tindakan kriminal lainnya.
Selain menyampaikan amanat Gubernur, Hari Susanto memberikan motivasi kepada para siswa melalui tiga pesan utama. Pertama, menolak tawuran, narkoba, minuman keras, dan segala bentuk kekerasan. Menurutnya, keberanian sejati bukanlah ketika seseorang mampu melukai orang lain, melainkan saat mampu mengendalikan diri, menolak ajakan yang salah, serta menjaga diri dan teman-temannya dari pergaulan yang merugikan.
Pesan kedua adalah pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai wujud akhlak mulia. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh sikap disiplin, sopan santun, serta kepatuhan terhadap nasihat orang tua dan guru yang menjadi fondasi pembentukan karakter.
Ketiga, ia mengajak seluruh siswa untuk rajin belajar dan terus mengembangkan potensi diri. Masa sekolah, menurutnya, merupakan kesempatan emas untuk mengukir prestasi sehingga kelak mampu menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga, sekolah, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Indonesia.
Di hadapan peserta upacara, Hari Susanto juga menyampaikan pesan inspiratif yang mendapat perhatian seluruh siswa.
“Anak-anakku, keberanian sejati bukanlah saat mampu mengalahkan teman, tetapi saat mampu mengalahkan hawa nafsu, menolak ajakan yang salah, menghormati orang tua dan guru, serta tekun meraih cita-cita. Jadilah pelajar SMP Negeri 2 Girisubo yang disiplin, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan menjadi kebanggaan Girisubo, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Indonesia,” pesannya.
Suasana upacara semakin hangat saat Hari Susanto menutup amanatnya dengan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan para siswa.
Ke Pantai Wediombo melihat ombak,
Angin berhembus membawa harapan.
Katakan tidak pada tawuran dan narkoba,
Masa depan cerah ada di tangan kalian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, tertib, dan bebas dari kekerasan. Lebih dari itu, sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta bermartabat, sebagaimana cita-cita yang diamanatkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
( HS )












