Editor : Jean
Tanah Datar – (JMG) Kehadiran personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batusangkar di lokasi proyek pembangunan Jembatan Manunggal, Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kamis (16/7/2026), menjadi angin segar bagi masyarakat yang beberapa hari terakhir dihadapkan pada kemacetan dan persoalan keselamatan pengguna jalan.
Langkah cepat kepolisian menempatkan personel untuk mengatur arus lalu lintas disambut positif oleh warga. Kehadiran aparat dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan yang sebelumnya sempat memicu kemacetan panjang, perselisihan antar pengendara, hingga kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Selain itu, masyarakat juga mengaku lebih tenang karena aktivitas anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang setiap hari menyeberang menuju masjid kini mendapat pengawasan, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Ketua Pemuda Nagari Lima Kaum, Muhammad Husen, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Satlantas Polres Batusangkar yang dinilai hadir tepat pada saat masyarakat membutuhkan kepastian dan rasa aman.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Satlantas Polres Batusangkar yang telah turun langsung mengatur arus lalu lintas, bahkan hingga malam hari. Kehadiran mereka benar-benar membantu masyarakat dan menciptakan ketertiban di lokasi proyek,” ujar Husen kepada awak media.
Meski demikian, menurutnya, masih tersisa harapan besar dari para pemuda agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara bijaksana. Ia menilai, selama ini para pemuda Nagari Lima Kaum telah menjalankan tugas pengaturan lalu lintas secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, terutama sejak bencana yang melanda kawasan tersebut pada 2024.
Kami berharap ada solusi terbaik yang dapat mengembalikan keadaan seperti semula. Semangat gotong royong yang selama ini dibangun jangan sampai hilang hanya karena adanya perbedaan pandangan. Tujuan kami sejak awal hanya satu, yakni membantu menjaga keselamatan masyarakat,” katanya.
Husen menegaskan, para pemuda tidak pernah berniat mengambil kewenangan aparat penegak hukum. Menurutnya, keterlibatan mereka semata-mata lahir dari kepedulian terhadap kondisi lalu lintas di lokasi pembangunan jembatan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
Ia berharap ke depan dapat terjalin komunikasi yang lebih baik antara seluruh pihak sehingga tercipta pola pengaturan lalu lintas yang tidak hanya sesuai ketentuan hukum, tetapi juga tetap mengakomodasi semangat gotong royong masyarakat.
Di sisi lain, langkah Satlantas Polres Batusangkar mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kehadiran polisi di tengah situasi yang sempat memanas dinilai menjadi bukti bahwa Polri hadir untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat.
Warga berharap pengaturan lalu lintas tetap dilakukan secara optimal selama proyek Jembatan Manunggal masih berlangsung agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.
Di saat yang sama, masyarakat juga berharap adanya kebijakan yang mampu menjembatani aspirasi seluruh pihak. Harapan itu ditujukan kepada Kapolsek Lima Kaum agar dapat membangun dialog bersama pemerintah nagari, tokoh masyarakat, dan pemuda sehingga lahir solusi yang adil, mengedepankan keselamatan, serta mengembalikan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Nagari Lima Kaum.
Bagi warga, keselamatan pengguna jalan merupakan kepentingan bersama yang harus menjadi prioritas. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan elemen masyarakat dinilai menjadi kunci agar persoalan ini dapat diselesaikan tanpa mengorbankan nilai gotong royong yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat. (RN)












