Editor : Jean
Tanah Datar – (JMG) Di balik seragam kepolisian yang identik dengan penegakan hukum dan menjaga keamanan, tersimpan kisah pengabdian yang menginspirasi. Seorang anggota Bhabinkamtibmas Polres Tanah Datar membuktikan bahwa tugas melayani masyarakat tidak berhenti pada menjaga ketertiban, tetapi juga menyentuh dunia pendidikan demi masa depan generasi muda.
Brigpol Wedi Rahmad Amran, S.S., Bhabinkamtibmas Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, yang berhasil mencuri perhatian pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Berkat dedikasinya mengajar Bahasa Inggris secara cuma-cuma kepada anak-anak di wilayah binaannya, ia menerima penghargaan langsung dari Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K.
Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Rabu (1/7/2026), disaksikan jajaran Forkopimda, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta upacara.
Di tengah padatnya tugas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat, Brigpol Wedi memilih memanfaatkan waktu luangnya untuk membuka kelas Bahasa Inggris gratis. Baginya, ilmu pengetahuan merupakan bekal penting yang dapat mengubah masa depan anak-anak di nagari binaannya. 
Program sederhana yang ia rintis kini telah berkembang. Sebanyak 15 anak rutin mengikuti kegiatan belajar yang dilaksanakan di ruang milik Pemerintah Nagari yang dipinjamkan sebagai tempat belajar sementara,Brigpol Wedi mengaku tidak pernah membayangkan langkah kecil yang dilakukannya akan mendapat apresiasi dari pimpinan.
Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Saya percaya tugas seorang Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga bisa memberikan manfaat melalui pendidikan. Semoga apa yang saya lakukan dapat memberi semangat kepada anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ungkapnya.
Menurutnya, minat anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun, semangat tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan sarana belajar.
Saat ini proses pembelajaran masih menggunakan fasilitas yang sangat sederhana. Karena itu, ia berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan tersebut dapat berkembang lebih baik.
“Saat ini ada 15 anak yang rutin mengikuti les Bahasa Inggris. Kami masih memanfaatkan ruang belajar yang dipinjamkan Pemerintah Nagari. Ke depan kami berharap ada tambahan fasilitas seperti meja, kursi belajar, papan tulis, buku, kamus, hingga perangkat pembelajaran lainnya agar proses belajar semakin nyaman dan maksimal,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi anggota yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui inovasi di luar tugas rutin kepolisian.
Menurutnya, Brigpol Wedi telah menunjukkan bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan.
Apa yang dilakukan Brigpol Wedi patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa anggota Polri hadir bukan hanya sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik sekaligus penggerak kemajuan masyarakat. Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, dan kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polres Tanah Datar untuk terus berinovasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai bidang tugasnya masing-masing,” ujar Kapolres.
Semangat pengabdian Brigpol Wedi menjadi potret nyata bahwa makna Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga lewat aksi-aksi sosial yang mampu membangun kualitas sumber daya manusia.
Dari sebuah ruang belajar sederhana di Nagari Koto Baru, lahir harapan besar bahwa pendidikan dapat menjadi jalan perubahan. Di tangan seorang Bhabinkamtibmas, seragam kepolisian bukan sekadar simbol penegakan hukum, tetapi juga lambang kepedulian yang menyalakan mimpi dan membuka masa depan bagi anak-anak Tanah Datar. (RN)












