Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Berkomitmen Untuk Selalu Transparan dan Akuntabel

Editor : De Ola

Solok Selatan, (JMG) – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berkomitmen untuk selalu transparan dan akuntabel dalam menyelenggarakan pemerintah. Termasuk dalam hal keterbukaan penyajian APBD dan laporan keuangan pemerintah daerah.

Selain dijabarkan dalam infografis ini, APBD setiap tahun anggaran bisa diakses lho, melalui PPID Kabupaten Solok Selatan di www.ppid.solselkab.go.id atau aplikasi PPID Solok Selatan yang bisa diunduh di Play Store.

Seperti terlihat dari infografis berikut, APBD tahun anggaran 2026 Kabupaten Solok Selatan terdiri dari dua pokok utama, yakni pendapatan dan belanja.

Pendapatan pun dapat dibagi dalam dua macam, yakni pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan transfer.

PAD ini sumbernya bisa macam-macam, misaknya pajak daerah yang dibayarkan seperti PBB; retribusi daerah yang sumbernya bisa dari lokasi wisata, kesehatan, dan lain-lain; hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang bisa berasal dari dividen perusahaan daerah; dan lain-lain PAD yang sah yang sumbernya bisa bermacam.

Sedangkan untuk pendapatan transfer, itu merupakan sumber pendanaan langsung dari APBN pemerintah pusat yang diberikan untuk pemerintah daerah. Nah, pos ini yang selama dua tahun terakhir terus tergerus karena langkah pemerintah pusat untuk efisiensi anggaran.

Jadi, kalau lagi baca berita jangan heran lagi ya apa itu pendapatan transfer.

Lanjut. Pendapatan daerah ini akan digunakan oleh pemerintah kabupaten untuk membiayai berbagai macam kegiatan, mulai dari program pembangunan sampai menggaji seluruh karyawan pemerintah kabupaten yang menjalankan fungsi pemerintahan.

Tujuan belanjanya bisa bermacam, mulai dari belanja operasi yang mencakup pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari yang bersifat jangka pendek untuk mendukung jalannya pemerintahan, pelayanan publik, dan pemeliharaan. Ini juga termasuk belanja pegawai.

Kemudian ada belanja modal yang biasanya adalah pengeluaran anggaran untuk membentuk modal berupa aset tetap dan aset lainnya. Ada juga pengeluaran lainnya seperti belanja tidak terduga dan belanja transfer yang terdiri dari belanja bagi hasil dan belanja bantuan keuangan.

Lanjut ke kolom terbawah, kolom pembiayaan daerah yang merupakan seluruh transaksi keuangan pemerintah kabupaten, baik penerimaan dan pengeluaran, yang perlu dibayar kembali atau akan diterima kembali, bertujuan menutup defisit atau memanfaatkan surplus APBD. Tahun ini dari penerimaan pembiayaan pemerintah kabupaten berasal dari SiLPA atau Sisa Lebih Perhitungan Anggaran dari APBD tahun sebelumnya. Selain itu juga akan ada pengeluaran pembiayaan untuk penambahan peningkatan modal di Bank Nagari. ( Helfi Yulinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *