DAERAH  

Viral Setelah Pemberitaan Jual Beli LKS, Kepsek SDN 18 Batang Anai Ngaku Punya Menantu Wartawan

Editor : De Ola

Padang Pariaman (JMG) – Sebuah insiden kecil yang memalukan di SDN 18 BATANG ANAI baru-baru ini menimbulkan bermacam kontroversi. Bahkan setelah viral, membuat Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN)18 Batang Anai tersebut terkesan bersikap arogan dan juga telah melakukan intervensi terhadap Seorang Wartawan, Kamis (15/1/2026).

Insiden ini terjadi saat JMG menaikan berita kedua yang berjudul : Pengakuan Kepsek SDN 18 BATANG ANAI ke JMG Soal jual beli buku LKS dan sebut : Oknum Penjaga Sekolah yang jual di Kantin (15/1) dan jawaban Oknum Kepsek tersebut ditulis dalam pemberitaan kedua. Namun sangat disayangkan, suasana menjadi lain setelah berita kedua ditayangkan dan Oknum Kepsek tersebut menunjukkan sikap yang tidak menghormati terhadap profesi Wartawan sembari menyebut-nyebut bahwasanya,”Minantu Saya Juga Orang Media”.

Jawaban Oknum Kepsek yang terekam jelas dinilai sangat aneh untuk didengar , merasa terusik dan ketidaksenangannya di sorot pemberitaan terkait Praktik jual beli buku LKS di Sekolah yang berpeserta didik kurang lebih 300 murid ini , meskipun JMG telah mengupayakan semua konfirmasi untuk keberimbangan Pemberitaan.

Bukan itu saja , Oknum Kepsek tersebut juga terkesan MEMBANGGAKAN Keluarganya ada Orang Media . Atas jawaban itu Banyak pihak menilai , jawaban oknum Kepsek tersebut terkesan tidak berdasar dan berpotensi pecah belah sesama Wartawan.

“Pak , Jan Pak tambah Juo berita ko lai , Sagan Ambo , Mambana Ambo , Guru-guru disiko Indak Ado jual beli buku LKS do , dan MINANTU AMBO JUGA ORANG MEDIA,”kata Oknum Kepsek tersebut.

“Tidak usah ditambah lagi berita itu Pak , lalu dijawab JMG , kerja saya mencari dan menulis berita , setelah melakukan konfirmasi yang Akurat dan lengkap , MAMBANA AMBO PAK , ALAH TUU kata oknum Kepsek SDN 18 BATANG ANAI (15/1).

Menanggapi hal itu , Hermansyah selaku Ketua Lembaga Pengawasan dan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK) Sumbar, menyesalkan sikap Oknum Kepsek SDN 18 BATANG ANAI tersebut yang tidak menggambarkan seorang Kepala Pendidik ditengah masyarakat.

Seyogyanya, sikap ramah dan sopan humanis dan menghargai profesi lain harus terpatri di setiap gerak-gerik kepemimpinan pendidikan.

Kami berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum Kepsek tersebut sebagai bentuk penegakan norma etika dalam dunia pendidikan.

“Sikap yang ditunjukkan oknum Kepsek tersebut sudah nyata sikap ALERGI dan tidak menghargai profesi Wartawan, Saya menduga Kepsek ini takut terungkap praktek jual beli buku LKS di Sekolah yang dipimpinnya serta berharap agar Dinas Pendidikan bisa sesegera mungkin menindaknya dengan tegas.,”Tegasnya. (HERI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *