Editor : Mas pay
Pati ( JMG ) – Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Lembaga Pati (KLP) yang terdiri dari KMPIM (Kelompok Masyarakat Pegiat Indonesia Mandiri), LSM TAJAM, LSM JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan), mendatangi gedung DPRD Kabupaten Pati pada Senin (21/08/2023) untuk melakukan audiensi kepada Ketua DPRD Kabupaten Pati.
Ketua Koordinator KMPIM (Kelompok Masyarakat Pegiat Indonesia Mandiri) Hanggoro kepada awak media mengatakan,” Kedatangan kami ke gedung DRPD hari ini adalah mempertanyakan statement Sukarno (Komisi B) di koran Lingkar edisi Kamis (10/08/2023) yang menyatakan bahwa sebenarnya keberadaan Perbup 55 tahun 2021 tersebut sejatinya telah melanggar Undang – undang.
“Untuk itu kita meminta Henggar Budi Anggoro sebagai Pj Bupati Pati beserta staff ahli, tetapi dari staff Sekda Bambang dan dewan tidak bisa hadir, dijadwal ulang. Jadwal selanjutnya kami menunggu, ” ucap Hanggoro.
Bukhori salah satu Capraga menyampaikan, ” Respon cepat ataupun tanggapan dari dewan sangat di butuhkan, yang mana ini menyangkut hajat hidup rakyat Pati Kedepan
“Kalau memang bertentangan dengan Undang – undang ya secepatnya dibalas karena jelas itu sangat merugikan pihak – pihak yang terlibat pada saat pelaksanaan tersebut, ” kata Bukhori.
Kasus yang dulu sempat ramai di 2022 kemarin, ini hangat kembali karena itu memang belum selesai. Karena kita juga masih ada tindakan ke APH, akan dikawal terus, ” imbuhnya.
“Mudah – mudahan kedepan Pati lebih baik, ” harap Bukhori.
Penasehat KLP Yayak Gundul menambahkan,” Ini sangat luar biasa keperluannya, bagi kami sangat mengejutkan seorang Legislatif yang punya konstitusi menyatakan produk Eksekutif ilegal.
“Bahaya sekali, potensi keributan, apalagi yang dirugikan atas pernyataan itu salah satunya adalah Capraga yang kemarin menuntut sampai akhir ke KPK, Kejagung, ” tegas Yayak Gundul.
“Betapa pentingnya kegiatan hari ini, karena semua sibuk, tapi kami ini tetap karena kita ini Bossnya wakil rakyat, mereka itu wakil kami, tentu mereka tunduk kepada kita, ” kata Yayak.
“Demi kelancaran pemerintahan Kabupaten Pati mudah – mudahan mereka mendengar bahwa ini penting. Sebagai penasehat KLP saya menyatakan bahwa ini luar biasa, ditunggu teman – teman Capraga. Mereka enggan tampil karena kecewa, tapi itulah rakyat selalu kecewa, ” pungkasnya.(Team)






