Editor : Mas pay
Gunung Kidul ( JMG ) – DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DIY bagian Seni Budaya dan Pariwisata, Nano Asmorodono (sutradara) selenggarakan pentas Seni Kethoprak Tobong Suryo Bawono, dalam rangka Merti di Desa Nglindur kulon, Kapanewon Girisobo, Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/07/2023)
Ketua Seni Budaya dan Pariwisata DPD AWPI DIY, Nano Asmorodono menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut adalah
penutupan Rasulan yang serangkaian kegiatannya sudah di laksanakan selama satu Minggu dengan berbagai acara seperti, Lomba volli bola plastik, Bersih desa dan jathilan.
Lurah Nglindur kulon, Kapanewon Girisubo Hanan Amshori dan Ketua panitia pelaksana Rasulan, Bapak Marjuki dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih karena acara Rasulan berjalan dengan tertib, lancar sukses dan aman.
Juga semua warga Masyarakat Nglindur Kulon begitu antusiasnya gotong royong dan saling membantu sangat tinggi
dan positif untuk semuanya.

Yang jelas masyarakat merasa terhibur dengan terselenggaranya penampilan kethoprak Tobong Suryo Bawono pada malam ini.
Nano menambahkan bahwa Kethoprak Tobong merupakan kethoprak konvensional kesenian rakyat tersebut pernah bum diera 80-90 an Bahkan kethoprak Tobong yang pentasnya berpindah -pindah dari daerah ke daerah khusunya Jawa walaupun ada juga yang di Sumatra tapi berkembangnya memang di Jawa.
“Kesenian tersebut adalah kethoprak Tobong SURYO BAWONO memeriahkan acara Rasulan di Desa ngIindur Kulon Girisobo Wonosari Gunung Kidul pada ini Senen tgl 10 Juli 2023 jam 19,30 – selesai dengan Cerita
ONTRAN -ONTRAN LAYANG KEKANCINGAN dan didukung para pemain profesional dan seniman wilayah”, imbuhnya.
Seniman wilayah tersebut diantaranya, Yati Pesek, Bude Beruk, Hargi Sundari, Tuminten. Bagong Tris Gunanto. Ketel Mardiyanto. Novi Kalur, Suh Riyadi. Iduk Dll.
Dengan cerita tersebut mencari dukungan Adipati Kalang Kinantang penguasa Kadipaten Paranganom walau Adipati Kalang Kinantang kedudukannya sebagai Adipati di Paranganom belum Syah, Karena belum mengantongi Layang Kekancingan yang merupakan peraturan yang wajib dilakukan bagi Siapapun yang akan menjadi Adipati diwilayah Keraton Nuso Bantolo, harus mempunyai Layang Kekancingan.

“Nah mari kita saksikan bagaimana trik-trik dan sepak terjangnya yang dilakukan oleh Pangeran Prabangkoro agar bisa tercapai cita – citanya menjadi Raja di Nuso Bantolo”, tutupnya. ( Edi Mulyono )












