Editor : Mas Pay
Pati (JMG) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 SMA PGRI 1 Pati membuat orang tua siswa kecewa dikarenakan banyak dari anak mereka yang telah mendaftar di nomer awal dari 0 – 1 – hingga 432 harus dibuang digantikan dengan pendaftar nomer bawah (terakhir).
Kekecewaan tersebut dipicu karena siswa yang mendaftar dengan nomer pendaftaran awal dan sudah melakukan pembayaran awal (DP) saat pengumuman banyak yang tidak diterima kalah dengan pendaftar baru.
Kepada awak media beberapa orang tua siswa diwakili Toni (nama samaran) menjelaskan,” Sekolah pada tanggal 26 Juni 2023 meminta tanda jadi sebesar Rp 1.000.000. Setelah pengumuman diminta pelunasan (03/07/2023) untuk (4) item, yakni Rp 1.476.500 untuk : 2 stel seragam OSIS, 1 stel seragam pramuka, 1 baju batik (atas), 1 baju batik PGRI, 1 jas almamater dan bed nama, 1 stel kaos OR, ikat pinggang, atribut OSIS dan pramuka, Rp 25.000 untuk biaya pendaftaran PPDB T. P 2023/2024 SMA PGRI 1 Pati, Rp 250.000 untuk uang pengembangan pendidikan T.P 2023/2024 SMA PGRI 1 Pati, Rp 300.000 untuk SPP bulan Juli 2023, iuran OSIS bulan Juli 2023, asuransi selama 1 tahun, ketrampilan (3 tahun).
“Anak saya mendaftar sudah dapat nomer urut sekian – sekian, dan disitu tidak ada aturan harus lunas DP, tapi bisa DP, DP tidak ada nominal,” ucap Toni.
“Dari kuota yang dibutuhkan 432, tapi setelah kuota melebihi hingga 494 kenapa yang dibuang yang diatas, kenapa tidak nomer yang di bawah (terakhir) yang dibuang, ” tanya Toni.
“Kami hanya menuntut hak, hak dipenuhi. Karena yang kita daftarkan diangka 0 – 1 – 432,” Imbuhnya.
“Kita bersekolah di SMA PGRI 1 Pati, tapi setelah akhir, lulus ijasah bukan SMA PGRI 1 Pati tapi SMA PGRI 3 Tayu. Kalau dibandingkan di tingkat nasional SMA PGRI 3 Tayu tidak ada artinya, ” ungkap Toni.
Kepala sekolah (Kasek) SMA PGRI 1 Pati Suharto saat di konfirmasi menjelaskan, ” Kita tampung disini dengan fasilitas dengan pendidikan yang sama.
Kemarin kalau kita DP, umpama kalau kita diterima di SMA Negeri DP dipotong apa tidak? Hilang, hilangkan? tanya Suharto.
Lho saya bilang begitu, aturan gitu, kemarin pendaftaran saya tanya, Bu umpama saya diterima di SMA Negeri bagaimana? Dipotong 25℅, ” jawabnya.
Lanjut Suharto, Itu penjelasan yang mampu saya berikan kepada panjenengan, mungkin panjenengan bisa menerima monggo, tidak monggo, mau melanjutkan langkah monggo, tapi saya seperti itu.
“Jadi artinya apa, saya sudah pasrah dengan apa yang terjadi seperti itu, apapun yang terjadi pada diri saya, seperti itu. Siap bertanggung jawab, karena seperti penjelasan dari kantor cabang dinas, dari wilayah propinsi dan dari Dirjen seperti itu, saya tidak bisa berbuat banyak, ” ucapnya.
Disinggung perihal anak – anak yang sudah diterima kemarin sebelum ada 432 dan sudah DP tapi dikalahkan dengan pendaftar baru yang sudah lunas, dijawab Kasek,” Saya pedomannya yang sudah lunas 432, sisanya saya sarankan kalau mau, kalau tidak, tidak apa – apa.
“Kalau uang pendaftarannya diminta, dan memang harus saya kembalikan 100 ℅,” pungkasnya.
(Hanggoro)












