Kebakaran terjadi di lingkungan MI YAPPI Natah, Padukuhan Blembeman I, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar

Oplus_16908288

Editor Hari Styn

Gunungkidul ( JMG ) Kebakaran terjadi di lingkungan MI YAPPI Natah, Padukuhan Blembeman I, Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipa, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (19/08/2026) pagi.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk serpihan bekas kebakaran, kertas yang diduga digunakan sebagai media pembakaran, serta tumpahan solar yang berceceran di lantai sekolah.

Kapolsek Nglipar, AKP Paryadi mengatakan bahwa  peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah penjaga sekolah, Tugio, sekitar pukul 04.30 WIB menghubungi salah seorang guru setempat. Ia menyampaikan adanya indikasi pembobolan di lingkungan sekolah.

Namun, laporan tersebut belum langsung ditindaklanjuti lantaran guru yang dihubungi sedang dalam kondisi kurang sehat.

Sekitar pukul 06.00 WIB, salah seorang guru lainnya datang ke sekolah untuk melaksanakan aktivitas mengajar seperti biasa. Saat tiba di lokasi, saksi mendapati adanya bekas kebakaran di ruang dapur.

Selain kerusakan akibat kebakaran, saksi juga menemukan banyak tumpahan solar yang berceceran di lantai sekolah.

“Di lokasi ditemukan serpihan bekas kebakaran, kertas-kertas yang diduga menjadi media pembakaran, dan juga tumpahan solar,” kata AKP Paryadi.

Polisi hingga kini masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut. Temuan tumpahan solar menjadi salah satu bagian yang diperiksa petugas untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, pintu ruang dapur MI YAPPI Natah terbakar. Bagian atap ruang dapur juga mengalami kerusakan akibat terbakar hingga jebol.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran bagi 109 siswa dengan didampingi 12 tenaga kependidikan dipindahkan ke Masjid Arrahman yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah.

Menurut keterangan kepala sekolah, MI YAPPI Natah, sebelumnya juga beberapa kali mengalami aksi pembobolan. Namun, dalam sejumlah kejadian tersebut tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang. Aksi pembobolan terakhir disebut terjadi sekitar Juli 2026.

Penanganan lebih lanjut atas kejadian tersebut diserahkan kepada Satreskrim Polres Gunungkidul untuk dilakukan penyelidikan, termasuk mendalami dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut.

( HS )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *